Viral Polisi Pukul Sopir Truk di Jombang, Kapolres Akui Kesalahan Anggota

Sopir Truk
Tampak Kapolres Jombang AKBP Moh Nurhidayat, bersama oknum polisi yang melakukan kekerasan dan seorang sopir truk yang jadi korban. (Foto: Fa'iz)
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-JOMBANG – Viral ! video di jagat maya melukiskan seorang sopir truk di Jombang berinisial A (23) warga asal Klaten, Jawa Tengah mengalami tindakan kekerasan oleh oknum anggota Kepolisian Resor Jombang. Peristiwa ini diketahui terjadi pada Senin (11/4/2022) pukul 10.30 WIB, di Jalan Raya Desa Jabon, Kecamatan/Kabupaten Jombang.

Dari kejadian yang tidak lama langsung viral di sejumlah media sosial ini, langsung ditanggapi oleh Kapolres Jombang AKBP Moh Nurhidayat.

Bacaan Lainnya

AKBP Moh Nurhidayat membenarkan tindak kekerasan yang dilakukan anggotanya. Menurutnya, ulah oknum anggota yang menjabat di satuan Turjawali Satlantas Polres Jombang ini, merupakan tindakan yang keliru.

Berita Menarik Lainnya:  Jelang Tahun Baru 2020, Pelabuhan Ketapang Banyuwangi Mulai Ramai

“Iya benar tadi ada peristiwa tindakan kekerasan yang dilakukan oleh anggota kami terhadap korban, sehingga viral di media sosial. Setelah kami kumpulkan melibatkan Propam Polres dan mengklarifikasi, ternyata memang ada tindakan dan itu terjadi karena adanya miss komunikasi,” ujar AKBP Moh Nurhidayat kepada wartawan.

Anggotanya ditemukan bersalah, pihaknya memastikan akan memberikan tindakan. Kata Kapolres, oknum anggota tersebut akan dikenakan sanksi pelanggaran kode etik.

“Untuk anggota kami tetap, dan kami pastikan laksanakan proses kode etik. Karena bagaimanapun tindakan kekerasan itu tidak dibenarkan di luar konteknya,” jelasnya di halaman Kantor Mapolres Jombang.

Disinggung pemicu dari peristiwa hingga viral itu, Kapolres memastikan hanya terjadi kesalahpahaman saja.

Ads

Kata Kapolres Nurhidayat, kronologinya berawal saat memerintah anggotanya untuk menindak aturan muatan truk di sejumlah titik di Kabupaten Jombang.

Berita Menarik Lainnya:  Organisasi Buruh Sidoarjo Gelar Aksi di Depan Grahadi

“Ya terjadi kesalahpahaman saja. Memang anggota kami perintahkan untuk melakukan penindakan terhadap sopir truk yang muatannya melebihi kapasitas. Kalau pemicunya hanya miss saja, karena tidak mau berhenti hingga kejar-kejaran dan terjadi pemukulan itu,” katanya.

Sementara itu, disinggung kembali tindak lanjut dari ulah anggotanya, Kapolres memastikan tetap akan memberi sanksi. Selain itu, AKBP Moh Nurhidayat segera melaporkan kejadian itu ke atasannya.

“Untuk kode etik tetap berjalan ya, akan kami laporkan pada pimpinan. Dan nanti untuk Anggo tetap tanggung jawab saya,” pungkasnya.

Ads

Masih di tempat yang sama, si A, korban yang sempat dipukuli polisi hingga korban terluka di bawah matanya itu sangat menyesalkan arogansi oknum tersebut.

“Iya tadi ada anggota yang melakukan tindak kekerasan, tapi sudah saya maafkan. Saya sudah akui salah, begitu juga dari kepolisian mengakui salah, dan akhirnya damai. Karena ini juga di bulan puasa,” jelasnya.

Berita Menarik Lainnya:  Event WebSight Niagahoster 2022 Akan Digelar, Siap Beri Insight Tentang Dunia Digital

Diceritakan korban, awalnya ia hendak melakukan perjalanan dari Trowulan ke Bojonegoro. Berada di lokasi kejadian, ia melihat polisi dari sebelah kanan hendak memberhentikan mobilnya.

“Tapi di belakang ada motor juga yang mau nyalip, sementara posisinya di marka panjang. Jadi sebenarnya tidak boleh kan, jadi saya memilih untuk lanjut hingga melewati 2 lampu merah. Sempat tak lihat ke belakang sudah tidak ada, otomatis sudah jauh kan,” katanya.

Namun tak selang beberapa lama, pengejaran oleh anggota polisi itu diketahui kembali oleh korban dari kaca spion truk. Hingga polisi meminta kendaraan mobil truk tanpa muatan ini untuk berhenti.

“Setelah berhenti, dan saya buka kaca langsung di (tidak menyebut tindakan yang dilakukan anggota polisi). Perjalanannya saya dari Trowulan ke Bojonegoro, tidak mengangkut barang,” jelas korban.

banner 1024x730

Pos terkait

banner 800x800