Vinautism Gallery Gelar Pameran Lukisan Bertajuk “Should We Slow Down”

Vinautism Gallery
Vincent Prijadi Purwono, pelukis Autis dan Puspita Dewi Prijadi, nenek Vincent yang sekaligus Presiden Direktur PT Matahari Sakti, menunjukkan pameran lukisan di Vinautism Gallery kepada para pengunjung.
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-SURABAYA – Vinautism Gallery menggelar pameran lukisan bersama bertajuk “Should We Slow Down” di Vinautism Gallery Surabaya yang didukung penuh PT Matahari Sakti, yang dimulai 23 April – 23 Mei 2022.

Pameran bertajuk ‘Should We Slow Down’ ini menampilkan beragam karya seni lukis yang mengajak masyarakat berpikir ulang tentang tantangan percepatan yang ada di dunia ini.

Bacaan Lainnya
banner 1024x1366

Rudy Purwono ayahanda Vincent Prijadi Purwono mengatakan Vinautism Gallery awalnya adalah galeri seni pribadi yang menampilkan berbagai lukisan karya Vincent Prijadi Purwono seorang anak berkebutuhan khusus (ABK atau autism).

“Galeri ini didirikan dengan visi memberikan inspirasi dan motivasi bagi orangtua lain yang memiliki anak berkebutuhan khusus. Vinautism Gallery menyediakan workshop berkreasi seni visual bagi anak-anak berkebutuhan khusus yang dibimbing secara intensif dan metodik. Vinautism Gallery menjadi galeri swasta mendukung perkembangan art world yang lebih luas,” jelas Rudy Purwono.

Berita Menarik Lainnya:  Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Buka Rakornis TP PKK Kabupaten

Rudy menyampaikan dalam pameran kali ini ada 3 anak berkebutuhan khusus ikut berpartisipasi.

“Seluruh pelukis yang berpameran sekarang dari Jatim. Pameran ini secara umum baru pertama kali diselenggarakan. Sebelumnya galeri ini untuk Vincent saja. Kami bagian dari komunitas pelukis di Jatim dan Indonesia, maka tempat ini dibuka untuk lainnya, agar tumbuh berkembang bersama,” ujar Rudy Purwono selaku pemilik Vinautism Gallery.

Rudy Purwono, total sebanyak 40 lukisan yang dipamerkan dengan beragam ukuran. Adapun tujuan pameran memberi kesadaran kepada masyarakat untuk mengetahui kualitas bakat melukis.

Masyarakat bisa mengetahui sejauh mana bakat melukisnya dari anak berkebutuhan khusus.

“Kita berharap orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus mempunyai inspirasi bagaimana mendidik anaknya untuk berkembang di kemudian hari. Jadi jangan sampai salah asuhan setelah anak dewasa tidak ada perlakuan yang benar,” tukas Rudy Purwono yang berharap galerinya berguna bagi masyarakat sekitar.

Berita Menarik Lainnya:  Bupati Malang Berharap Situs Srigading Jadi Wisata Purbakala

Sementara Puspita Dewi Prijadi nenek dari Vincent Prijadi Purwono saat membuka pameran, mengaku sangat bangga dengan prestasi cucu laki lakinya.

“Hari ini (22/4/22) diadakan pameran lukisan Vincent bersama teman-temannya. Saya menilai beberapa tahun terakhir ini lukisan Vincent banyak perubahan. Dua kali ia mendapatkan penghargaan dari Amerika. Lukisan Vincent terpilih di Amerika tahun 2020 awal. Terakhir ini, Vincent ke Amerika lagi, diundang ke sana dan lukisannya terpilih dari 600 peserta seluruh dunia. Vincent satu satunya yang mewakili Indonesia, termuda, dan berkebutuhan khusus,” terang Puspita Dewi Prijadi.

“Sebagai keluarga sangat bangga dan bahagia. Semoga kedepan Vincent lebih berprestasi, lukisannya lebih bagus lagi dan terus berkarya,” imbuh Presiden Direktur PT Matahari Sakti ini.

Puspita Dewi Prijadi menambahkan bahwa warna maupun goresan yang ditampilkan dalam lukisan Vincent sangat menarik dan memiliki arti tersendiri.

“Dari waktu ke waktu banyak perubahan menuju lebih bagus lagi. Kedepan potensi Vincent akan luar biasa dan lukisannya lebih baik dari sekarang,” pungkas Puspita Dewi Prijadi.

Berita Menarik Lainnya:  Unusa Ambil Sumpah 22 Dokter Baru

Adapun pameran kali ini diikuti 15 perupa diantaranya 3 autism secara spesial dihadirkan untuk publik bahwa di Jatim ada perupa berkebutuhan khusus dengan prestasi tidak kalah dengan perupa profesional.

Vincent dalam kesempatan itu menceritakan bahwa ia sangat bahagia lukisannya dipamerkan. “Saya paling suka lukisan keliling dunia,” ujarnya.

Lukisan tersebut digambar dalam keunikan tersendiri secara detail merupakan pengalaman Vincent saat mengelilingi berbagai negara di dunia. Ia pun dengan fasih menyebut tempat tempat yang dikunjunginya.

Adapun 15 perupa yang berpameran :
Perupa Anak Berkebutuhan Khusus (Autis), Surabaya; Vincent Prijadi Purwono, An-An (Ian Theodore Pantoro), dan Aline (Celena Aline Setioko)

Perupa dari Surabaya; Dukan Wahyudi,
Jopram, dan Zainul Qusta. Perupa dari Gresik; Aly Waffa, Dyan Condro, dan Najzii Layin.

Perupa dari Lamongan; Kris Dologh.
Perupa dari Pasuruan; Garis Edelweis.
Perupa dari Kota Batu; Fadjar Djunaedi, Isa Ansori, Slamet Henkus dan Suwandi Waeng.

banner 600x310

Pos terkait

banner 1024x1280