Upaya Penuhi Hak Literasi Anak, Mutiara Rindang Gelar Workshop Kelola Perpustakaan

Upaya Penuhi Hak Literasi Anak, Mutiara Rindang Gelar Workshop Kelola Perpustakaan
Turut hadir Tirto Adi, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Sidoarjo dalam Workshop Pengelolaan Perpustakaan.
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-SIDOARJO – Dalam upaya memenuhi hak anak Mutiara Rindang menggelar Workshop pengelolaan perpustakaan di Kabupaten Sidoarjo, Selasa (15/2/22).

“Di era saat ini ada anak-anak yang enggan untuk membaca, maka dengan kehadiran kami dari Mutiara Rindang akan mengintervensi agar terpenuhinya hak anak-anak. Dengan adanya perpustakaan yang ramah anak, kita membantu sekolah menyuguhkan agar hak anak didapatkan oleh mereka,” ungkap Kuswanto selaku Direktur Mutiara Rindang.

Bacaan Lainnya
banner 1920x1080

Lebih lanjut, dalam sambutan pembukaan workshop yang dilaksanakan secara virtual ini, Kuswanto juga menceritakan rendahnya literasi baca dan tulis.

Berita Menarik Lainnya:  UNUSA Rumuskan Arah NU 100 Tahun ke Depan

Ia menyampaikan Tragedi Nol Buku yang terjadi 1997 dalam penelitian yang dilakukan oleh Taufik Ismail kepada anak SMA di 13 negara. Mirisnya, di pemerintah Indonesia tidak mewajibkan membaca buku sastra. Tragedi ini Kuswanto menyampaikan berlanjut sampai generasi saat ini.

“Membacakan buku kepada anak-anak yang dilakukan Bapak/Ibu sebelumnya adalah membantu anak untuk memperoleh hak pemenuhan literasi. Hak pemenuhan literasi adalah hak dasar anak,” tandasnya.

Kuswanto juga menambahkan, workshop yang digelar selama tiga hari ini secara virtual melalui pelantar zoom ini dimulai 15 Februari sampai 17 Februari 2022 mendatang.

Workshop ini diikuti oleh 10 Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kabupaten Sidoarjo. Peserta yang mengikuti terdiri dari kepala sekolah, guru kelas, dan pustakawan sekolah.

Berita Menarik Lainnya:  Cara Mendapatkan Uang Pecahan Baru TE 2022

Di tengah-tengah workshop turut hadir Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo, Tirto Adi.

Dalam sambutanya ia mengapresiasi MR yang sudah lima tahun mendampingi 120 SD di wilayah Sidoarjo dalam pengembangan literasi sekolah.

“Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sidoarjo menyambut baik bermitra dengan MR yang mengembangkan PERAN. Jujur saja programnya bagus, pendampingannya nyata. Baik bantuan perpustakaan dan buku-buku yang sesuai dengan tumbuh kembang, mental yang baik dan sehat menyehatkan untuk bacaan anak,” ujarnya.

Lebih lanjut, laki-laki yang mendapatkan julukan Bapak Literasi Sidoarjo ini menjelaskan tingkatan literasi baca tulis anak-anak cukup memprihatinkan, ditambah lagi selama Pandemi COVID-19.

Berita Menarik Lainnya:  Diklat KS, 123 Guru di Bondowoso Dibebani Rp2,75 Juta

“Selama pandemi ini ada fenomena faktual, adanya penurunan drastis kompetensi anak-anak kita. Capaian kompetensi baca tulis anak-anak kita rendah. Ini menjadi PR kita semua, kepala sekolah sebagai manager sekolah, guru sebagai garda terdepan, dan orang tua,” jelasnya.

Laki-laki yang disapa Tirto ini menyampaikan perpustakaan adalah sentral pembelajaran sekolah.

“Saya berharap dengan dana BOS, sekolah dapat mengembangkan perpustakaan yang baik dan bermutu. Dengan demikian, InsyaAllah anak-anak akan menjadi generasi yang baik, cerdas dan bermutu,” tandasnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sidoarjo Tirto Adi dalam penutupan sambutannya menambahkan, September mendatang dalam memperingati Hari Buku Sedunia akan digelar Festival Literasi Sidoarjo. Untuk itu, seluruh sekolah di Sidoarjo diminta bersiap.

banner 600x310

Pos terkait