Tolak Kenaikan BBM, PMII Bondowoso Geruduk Kantor DPRD dan Pemkab

PMII
Massa Aksi PMII Bondowoso saat di depan Kantor DPRD Bondowoso
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-BONDOWOSO- Puluhan massa aktivis pergerakan mahasiswa Islam Indonesia (PMII) berunjuk rasa menolak kebijakan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi (3/9/2022).

Mahasiswa berdalih kesulitan masyarakat belum pulih sepenuhnya akibat terjangan Covid-19, dua tahun terakhir.

Bacaan Lainnya
banner 1024x1366

Puluhan massa aktivis PMII Cabang Bondowoso bergerak dari Graha PMII menuju Gedung DPRD Bondowoso di Tenggarang.

Ketua Umum PC PMII Bondowoso, Firman Zah, dalam orasinya menyampaikan, naiknya harga BBM sangat mengganggu hajat hidup orang banyak dan berdampak buruk bagi masyarakat menengah ke bawah.

Berita Menarik Lainnya:  12 Titik Aksi Unjuk Rasa Tolak Kenaikan Harga BBM di Jatim Kondusif

“Ketika BBM naik, pasti akan merambat ke seluruh sektor termasuk harga komoditas kebutuhan dasar masyarakat,”ujarnya, Senin (5/9/2022).

Dengan menaikkan harga BBM, kata Firman, akan mengganggu perputaran roda ekonomi, transportasi, industri, pertanian, kelautan dan perikanan, pariwisata, jelas akan sangat terdampak.

“Mestinya pemerintah fokus untuk memberantas penyalahgunaan penerima manfaat tersebut,” ungkap kader PMII At Taqwa itu.

Menurut Firman, relokasi sebagian anggaran BBM bersubsidi ke bansos bukanlah menjadi jalan keluar yang solutif, mengingat bansos sendiri masih banyak permasalahan dari hulu ke hilir terkait mekanisme dan teknis distribusinya.

Berita Menarik Lainnya:  HPL: Pesantren Harus Fasilitasi Komunikasi Santri dengan Orangtuanya

“Bansos yang diberikan tidak menjamin adanya kesejahteraan bagi masyarakat kelas bawah,” terang Firman.

“Ini akan muncul kegaduhan baru di tengah-tengah masyarakat dan memperlambat gerak perekonomian,” imbuhnya.

Sementara itu, koordinator aksi, Imron Rosidi, meminta dengan tegas agar pemerintah bertindak dengan serius dalam mengatasi problematika yang terjadi.

“Harus mengutamakan kesejahteraan dan kepentingan rakyat di kalangan menengah ke bawah,”pintanya.

Sahabat Imron, menyampaikan tuntutan PC PMII Bondowoso dalam aksi yang bertajuk September bergerak tersebut.

“PMII Bondowoso menolak secara tegas kebijakan kenaikan harga BBM bersubsidi dan mendesak pemerintah memberantas mafia Bahan Bakar Minyak (mafia BBM),” tegasnya.

Berita Menarik Lainnya:  Siswa SD Citrodiwangsan 02 Divaksin

Selain itu, Imron juga mendorong pemerintah untuk membuka keterlibatan masyarakat dalam pelaksanaan penyaluran BBM bersubsidi.

“Libatkan masyarakat dalam penyaluran BBM Subsidi,”tuturnya.

Di tempat yang sama, Ketua DPRD Bondowoso, menyambut massa aksi PMII di depan kantornya. Pihaknya berjanji akan menyampaikan apa yang menjadi tuntutan sahabat-sahabat PMII Bondowoso.

“Kami di daerah tidak punya kewenangan, tapi kami akan menyampaikan pada DPR pusat, apa yang menjadi tuntutan PMII Bondowoso,” ucapnya.

Setelah menyampaikan tuntutannya, ratusan massa menuju kantor Pemkab. Di sini sempat terjadi aksi saling dorong dengan aparat karena tidak kunjung ditemui.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.com

banner 600x310

Pos terkait

banner 1024x1280