Tolak Bicara Capres, Erick Thohir Sebut ke Jombang Hanya untuk Urus Umat

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-JOMBANG- Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, menolak bicara politik pencalonan Presiden 2024, saat mengunjungi Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang, Sabtu (18/6/2022) siang.

Kedatangan sosok Erick yang digadang-gadang jadi calon Presiden RI di Pemilu 2024 mendatang ini, disambut meriah ribuan santriwan-santriwati di Gedung Serba Guna KH Hasbullah Said Jombang.

Bacaan Lainnya
banner 800x800

Erick menyebut kedatangannya ke Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas Jombang ini hanya untuk mengurus umat.

Ads

“Wah, pemilihan Presiden masih 2024. Sekarant masih tahun 2022, masih lama. Lebih baik kita kenapa mengunjungi pesantren di Jombang, kita urus umat dulu lah,” cetus Erick Thohir kepada wartawan.

Berita Menarik Lainnya:  Satlantas Polresta Pasuruan Jaring Pelanggar Motor Berknalpot Brong dan Protolan

Mengurus umat bukan menjadi dalih salah satu Kabinet Indonesia Maju ini menata politik. Ia menjelaskan, mengurus umat di pesantren Jombang ini yakni membangkitkan ekonomi para santri.

Ads

“Kita harus bangkitkan bagaimana ekonomi dan pendidikan umat, jadi begitu. Jangan sampai salah menafsir kedatangan saya ke pesantren,” jelasnya usai menghadiri acara closing competitions week 2022 di MAN 3 Jombang.

Dengan para santri, Erick Thohir mengaku punya kepentingan sendiri. Menurutnya BUMN punya program magang untuk para santri.

“Para santri ini harus kita tingkatkan, karena BUMN punya program sendiri untuk santri. Alhamdulillah sudah 2400 santri, belum juga nanti beasiswanya,” katanya.

Dengan langkahnya ke pesantren bersama ribuan santri, diharapkan tidak dipandang sebagai ajang politik. Melainkan sebagai upayanya terus meningkatkan ekonomi dan pendidikan umat.

Berita Menarik Lainnya:  Ratusan Pejabat Fungsional di Pemkab Bondowoso Dilantik

“Ini jangan bikin politis. Akan tetapi, kita harus memikirkan keseimbangan ekonomi. Karena tidak mungkin ekonomi naik, kalau tidak rukun,” pungkasnya.

>>>Ikuti Berita Lainnya di News Google Beritabangsa.com

Pos terkait