Tinjau Lokasi Ritual di Pantai Payangan, Gubernur Khofifah Temui Saladin

Gubernur Khofifah Tinjau Lokasi Ritual yang Renggut 11 Orang di Pantai Payangan
Gubernur Khofifah beserta Bupati dan Wabup Jember mendengarkan penjelasan Saladin (memakai sarung, kopiah putih) penjaga pantai payangan mengenai kronologi kejadian ritual maut. (Foto: Guntur Rahmatullah)
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-JEMBER – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau titik pelaksanaan ritual maut yang menewaskan 11 orang pengikut Padepokan Tunggal Jati Nusantara, pada Minggu dini hari kemarin.

Lokasi pelaksanaan ritual itu berada di samping Bukit Samboja di mana terdapat cekungan laut yang cukup dalam.

Bacaan Lainnya
Berita Menarik Lainnya:  Direktur Pusaka Kecam Kadisdikbud Pasuruan Ancam Mati Wartawan
banner 1920x1080

Gubernur Khofifah juga berbincang dengan penjaga Bukit Samboja, Saladin yang sebelumnya telah memperingatkan para peserta ritual untuk tidak beraktivitas di bibir pantai.

“Sampean di situ sama dengan bunuh diri,” ucap Saladin di hadapan Gubernur Khofifah.

Khofifah dengan serius berbincang dengan Saladin mengenai sejarah, potensi spiritual di pantai Payangan serta aktivitas serupa yang kemungkinan pernah terjadi sebelumnya.

Khofifah juga mengingatkan kepada warga terhadap potensi ombak yang tinggi.

“Hari-hari seperti sekarang kita semua, saya mohon untuk melakukan kehati-hatian, kewaspadaan bahwa titik-titik tertentu ada potensi gelombang tinggi,” kata Khofifah.

Untuk diketahui, BMKG mengeluarkan peringatan gelombang tinggi laut mulai dari 3 hingga 7 meter yang berlaku selama 7 hari ke depan mulai tanggal 13 hingga 19 Februari 2022.

Berita Menarik Lainnya:  Polresta Blitar Bongkar Sindikat Sanjipak Motor 9 TKP, Ternyata Ibu Muda

Patologi Sosial

Khofifah mengatakan, kejadian di Pantai Payangan ini mengingatkan kembali tekait adanya fenomena patologi sosial yang banyak terjadi di masyarakat.

Patologi sosial yakni penyakit sosial atau gejala sosial yang terjadi di tengah-tengah masyarakat baik yang ingin cepat kaya, ingin digdaya, dan lain- lain yang ingin cepat tercapai tujuannya.

Patologi sosial yang terjadi di masyarakat ini, kata dia, salah satunya keinginan ingin cepat kaya secara instan, ingin tercapai segala cita- citanya melalui langkah shortcut.

Berita Menarik Lainnya:  Seniman Ludruk Asal Jombang Meninggal Saat Manggung

Untuk itu, Gubernur Khofifah ingin mengajak perguruan tinggi untuk hadir menjadi bagian dalam mencari solusi dari fenomena ini.

“Fenomena patologi sosial ini terjadi di seluruh dunia. Dimana seringkali ketika masyarakat merasa tidak terpenuhi proses pencarian solusinya lalu mereka berharap bahwa akan ada shortcut atau cara instan untuk memenuhinya. Jadi jangan dianggap sepele masalah penyakit sosial ini. Tapi harus dicari solusi bersama sesuai dengan budaya lokal, kearifan lokal dan potensi yang ada di masing-masing daerah,” ujar Khofifah.

banner 600x310

Pos terkait