Tak Diajak Musyawarah, Warga Keluhkan Tarif Rp200 Ribu Pasang SR Pamsimas

Tak Diajak Musyawarah, Warga Keluhkan Tarif Rp200 Ribu Pasang SR Pamsimas
Salah satu SR Pamsimas Desa Papringan yang membayar Rp 200 ribu
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM– LUMAJANG- Warga Desa Papringan, Kecamatan Klakah, mengeluhkan tarif pasangan sambungan rumah (SR) Rp200 ribu dalam program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas), ditambah warga tidak diajak musyawarah.

Pamsimas telah menjadi program andalan nasional pusat melalui APBN dan pemerintah daerah melalui APBD untuk meningkatkan akses penduduk perdesaan terhadap fasilitas air minum dan sanitasi yang layak dengan pendekatan berbasis masyarakat. Sehingga masyarakat lebih mudah mendapatkan air bersih dan murah.

Bacaan Lainnya
Berita Menarik Lainnya:  Migor Langka dan Mahal, Warga Ngeluh, Distributor Disidak Kapolres
banner 1024x1366

Program nasional yang seharusnya memudahkan masyarakat, malah menjadikan beban ini dikeluhkan warga, salah satunya Siti Rohana.

“Saya bayar tarif Rp200 ribu, terus masih membeli pipa sendiri untuk menyambung saluran ke belakang rumah saya,” kata Siti Rohana, warga Dusun Krajan, Desa Papringan, Kecamatan Klakah ini, Rabu (23/3/2022).

Kata Rohana, pembayaran itu memberatkan dikarenakan uangnya didapat dari pinjam ke tetangga.

“Kalau menunggu program gratis masih lama dan butuh proses panjang,” sergah Ahmad, Ketua Kelompok Pengelola Sarana Prasarana Air Minum dan Sanitasi (KPSPAMS) Desa Papringan, ditirukan Rohana.

Hal senada juga diungkao Babun Kolifah, warga Dusun Krajan, Desa Papringan, Kecamatan Klakah. Dia mengeluh karena pemasangan Pamsimas harus bayar Rp200 ribu. Dia terpaksa cari uang karena kesulitan air bersih.

Berita Menarik Lainnya:  RS Kogabwilhan II Indrapura Ditutup, Relawan Pendamping Undur Diri

“Saya sudah 2 kali bayar iuran bulanan Rp20 ribu per bulannya,” ujar ibu rumah tangga ini.

Beda dengan yang dialami Sholeh, warga lain. Dia menyesalkan dihentikannya program Pamsimas di Dusun Godean, Desa Papringan, karena ada perusakan pipa.

“Kata warga karena tidak ada permisi tidak minta izin kepada pemilik lahan untuk menanam pipa,” jawab Sholeh.

Sholeh mengaku hanya menginginkan keadilan dan kebenaran dari program Pamsimas tersebut.

“Kedua warga yang bayar biaya pasang Rp200 ribu pada program Pamsimas tanpa diajak rundingan di balai desa,” terangnya.

Berita Menarik Lainnya:  KH Abdul Hamid Wahid: Penguatan SDM dalam Menghadapi Persaingan Global

Di lain pihak, PPK Air Minum Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) Kabupaten Lumajang, Tri Rahmawati, mengatakan di Berita Acara Serah Terima Pamsimas, program itu memakai APBD Kabupaten Lumajang Rp390 juta.

“Kalau Sambungan Rumah (SR) berdasarkan juknis swadaya masyarakat melalui musyawarah, dikafer APBDes sharing, sebesar Rp83 jutaan,” jelas Tri kepada wartawan.

Tri juga telah mendapat informasi melalui Ketua KPSPAMS, Ahmad, ada sekitar 77 SR yang dipasang secara gratis.

“Karena menggunakan APBDes, sehingga tidak dipungut biaya sama sekali. 1 SR membayar Rp50 ribu mendapat subsidi dari desa dan ada 2 SR bayar Rp200 ribu karena inisiatif sendiri untuk memasang,” pungkasnya.

banner 600x310

Pos terkait

banner 1024x1280