Stok Vaksin Booster di Malang Terbatas, Berimbas Persentase Vaksinasi Rendah

Stok Vaksin Booster di Malang Terbatas, Berimbas Persentase Vaksinasi Rendah
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, drg Arbani Mukti Wibowo.
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-MALANG – Keterbatasan stok vaksin jenis booster yang ada di Kabupaten Malang berdampak pada rendahnya persentase masyarakat yang melakukan vaksinasi.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Arbani Mukti Wibowo, masyarakat di Kabupaten Malang yang melakukan vaksinasi III jenis booster diakui masih rendah disebabkan keterbatasan stok vaksin booster nya.

Bacaan Lainnya

“Sampai hari ini di Kabupaten Malang yang sudah melaksanakan vaksinasi baru 7,7 persen dari total masyarakat yang telah melakukan vaksinasi tahap pertama,” kata Arbani saat di Kepanjen Malang, Kamis (31/3/2022).

Berita Menarik Lainnya:  Indahnya Kebersamaan, Kapolres Jombang Penuhi Permintaan Tahanan, Bukber dengan Menu Spesial

Arbani menambahkan, beberapa waktu lalu institusi TNI melaksanakan vaksinasi booster dikarenakan cakupan vaksinasi harian tinggi dan diperbolehkan melaksanakan vaksinasi dengan tetap berkoordinasi dengan Dinkes Kabupaten Malang.

“Di Kabupaten Malang, TNI daru Angkatan Udara dan Angkatan Laut beberapa waktu menggelar vaksinasi di wilayah kesatuannya, seperti Angkatan Udara, tetap mereka melaporkan pada kita (Dinkes) untuk direkap hasil dari vaksinasi itu. Biasanya yang melaksanakan vaksinasi di luar kita, seperti unsur TNI karena cakupan hariannya banyak. Untuk TNI AD tingkat Provinsi Kesdam yang menjalankan dan untuk wilayah Kabupaten diserahkan ke Rumah Sakit,” bebernya.

Ads
Ads

Mengapa laporan vaksinasi dari institusi TNI dan Polri harus juga dilaporkan ke Dinkes Malang.

Berita Menarik Lainnya:  Migor Langka, Ketum LPM Suramadu Bagi bagi ke Warga dan Anggota

“Supaya kita mengetahui persentase vaksinasi di Kabupaten Malang, jadi persentase keseluruhan di Kabupaten sebanyak 7,7 persen itu juga rekapan vaksinasi yang dilakukan TNI beberapa waktu lalu, karena yang menjadi acuan adalah Nomor Induk Kependudukan,” terang Arbani.

Pemkab Malang melalui Dinkes menargetkan vaksinasi booster minimal 60 persen dari total masyarakat yang melakukan vaksinasi.

“Untuk target waktu kita tidak tahu sampai kapan vaksinasi booster ini, namun untuk target vaksinasi booster kami targetkan 60 persen dari jumlah total masyarakat yang melakukan dosis pertama. Untuk dosis pertama sampai hari vaksinasi dosis pertama mencapai 80 persen dari total jumlah penduduk,” tandas Arbani.

Pihaknya meminta para warga lanjut usia dan yang memiliki riwayat penyakit (Komorbid) disarankan untuk melakukan vaksinasi booster.

Berita Menarik Lainnya:  Tiada Kata Libur, Satgas Koarmada II Tetap Siaga Layani Masyarakat 24 Jam

“Kami sarankan bagi warga lansia maupun Komorbid untuk suntik vaksin booster ini untuk meningkatkan daya tahan tubuh, makanya kami target 60 persen sudah vaksin booster,” pungkas Arbani Mukti Wibowo.

banner 1024x730

Pos terkait

banner 800x800