Sinergi dengan Satgas Pangan dan Bea Cukai, Kemendag Gagalkan Ekspor Migor ke Timor Leste

Kemendag bersama Ditjen Bea Cukai Kemenkeu dan Satgas Pangan berhasil menggagalkan ekspor minyak goreng ke Timor Leste di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.
Kemendag bersama Ditjen Bea Cukai Kemenkeu dan Satgas Pangan berhasil menggagalkan ekspor minyak goreng ke Timor Leste di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-SURABAYA – Komitmen menjaga kebijakan pelarangan ekspor minyak goreng ditunjukkan pemerintah. Melalui sinergi dengan Ditjen Bea Cukai Kementerian Keuangan Dan Satgas Pangan, Kementerian Perdagangan berhasil menggagalkan ekspor minyak goreng ke Timor Leste.

Sedikitnya, delapan kontainer dengan volume 81 ribu liter minyak goreng berhasil disita di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Eksportir mengelabui dengan tidak mencantumkan minyak goreng dalam dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB).

Bacaan Lainnya
Berita Menarik Lainnya:  2 Oknum Polisi Penganiaya Jurnalis Tempo Divonis 10 Bulan Penjara dan Restitusi

Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga yang juga menjabat sebagai Plt Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Veri Anggrijono menegaskan keberhasilan ini berkat koordinasi dan sinergi antar lembaga pemerintah dalam menjalankan perintah Presiden RI Joko Widodo.

“Kementerian Perdagangan bersama Satgas Pangan Dan Ditjen Bea Cukai Kementerian Keuangan akan menindak tegas setiap pelanggaran terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan,” ujar Veri.

Kemendag juga akan terus berkomitmen  meningkatkan sinergi dan kerjasama  antar lembaga dalam hal pengawasan dan penegakan hukum di bidang perdagangan.

Ads

“Kami mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya  kepada Kepolisian RI, Kejaksaan, dan Ditjen Bea Cukai dalam melakukan penegakan hukum di bidang perdagangan. Kegiatan hari ini  merupakan implementasi dari MoU antara  Kementerian Perdagangan, Polri, dan Ditjen  Bea Cukai dalam meningkatkan pengawasan  dan  penegakan hukum di bidang perdagangan,”pungkas Veri.

Berita Menarik Lainnya:  Bupati Malang Berharap Situs Srigading Jadi Wisata Purbakala

Berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 22 Tahun 2022 tentang Larangan Sementara Ekspor Crude Palm Oil, Refined, Bleached and Deodorized Palm Oil, Refined, Bleached and Deodorized Palm Olein, dan Used Cooking Oil, minyak goreng telah ditetapkan sebagai barang yang  dilarang untuk diekspor terhitung sejak 28  April 2022.

Ads

Pelaku usaha yang melanggar ketentuan tersebut diancam dengan sanksi sebagaimana diatur Pasal 112 Ayat (1) jo Pasal 51 Ayat (1) Undang-undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan.

Direktur tertib Niaga Kemendag Sihard Hardjopan Pohan menyatakan kontainer berisi  minyak goreng yang diduga akan diekspor secara ilegal tersebut telah diamankan petugas.

“Pelaku usaha yang melanggar ekspor minyak goreng bisa dikenakan sanksi pidana paling lama lima tahun dan/atau denda paling banyak  Rp5 miliar,” imbuh Direktur Tertib Niaga Sihard Hadjopan Pohan.

banner 1024x730

Pos terkait

banner 800x800