Sikap Indonesia di Tengah Desakan Negara Barat Agar Depak Rusia dari G20

Sikap Indonesia di Tengah Desakan Negara Barat Agar Depak Rusia dari G20
Presiden Indonesia Joko Widodo. ( Foto: instagram @jokowi )
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-JAKARTA – Indonesia menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi Group of Twenty (KTT G20) yang akan digelar pada November 2022 di Provinsi Bali, Indonesia. Pertemuan ini pun menjadi sorotan tatkala beberapa negara anggota mendesak anggota lainnya untuk mendepak Rusia dari keanggotaan G20 sebagai hukuman atas invasi Rusia-Ukraina.

Beberapa negara anggota G20 yang menginginkan Rusia dikeluarkan di antaranya, Amerika Serikat, Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Inggris dan Jepang.

Bacaan Lainnya

Indonesia sebagai tuan rumah mempunyai peranan penting dalam memastikan gelaran KTT G20 ini tetap berjalan kondusif, dan memastikan G20 tetap utuh.

Mantan Wakil Menlu Indonesia, Dino Patti Djalal mengatakan G7 sudah mengambil ancang-ancang supaya Rusia dikeluarkan dari G20 sejak Rusia menginvasi Ukraina. Dia menyayangkan apabila G20 itu runtuh di masa kepemimpinan Indonesia tahun ini.

Berita Menarik Lainnya:  Usai Buka Soft Opening KTN, Kepala BNPT Minta Sinergitas dalam Penanggulangan Terorisme

“G20 bisa jadi G19 tanpa Rusia, atau jadi G13 karena G7 protes, atau bahkan G0 karena sudah runtuh total ya, ini jangan sampai terjadi, maka strategi Indonesia sangat penting,” jelasnya.

Dino menegaskan bahwa seluruh negara anggota G20 itu sama, dan Indonesia tidak punya posisi atas konflik antara Rusia-Ukraina, namun bahwasanya Rusia menginvasi Ukraina di situ Indonesia harus punya posisi sebagai negara yang bebas-aktif maka Indonesia harus menasihati Rusia bahwa tindakannya salah dan melanggar hukum internasional, melanggar piagam PBB dan akan menyebabkan destabilisasi berbagai sektor.

Ads

“Tapi tetap kita (Indonesia) tidak mempunyai posisi atas konflik geopolitik kepada Rusia, kalau Eropa memang ada, Amerika juga ada. Kita (Indonesia) lebih kepada masalah prinsip, nah makanya posisi kita berbeda dengan posisi negara-negara barat,” tegasnya.

Berita Menarik Lainnya:  HIPMI Sidoarjo Siapkan 500 Paket Sembako Murah dengan Harga Terjangkau

Supaya Indonesia tidak menciderai hubungan dengan Amerika Serikat maupun dengan Rusia, lanjut Dino, Indonesia harus benar-benar bermain catur karena KTT G20 di Bali nanti menjadi momen yang sangat sulit dan ketegangan akan semakin meningkat.

“Kita harus benar-benar bermain cantik, upayakan G20 tetap utuh dan tetap ada, di sinilah diplomasi Indonesia benar-benar diuji,” pesannya.

Dino menggarisbawahi bahwa Indonesia mempunyai kekuatan besar yaitu modal politik dan diplomatik yang baik dengan semua negara.

Ads

“Kalau Indonesia menasehati Amerika Serikat pasti didengar, begitu pula Indonesia menasehati Rusia juga pasti didengar, itulah kekuatan Indonesia saat ini,” ujarnya.

Sementara itu, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri menyatakan Indonesia sebagai Ketua G-20 tahun ini tidak memihak.

“Sebagai presidensi tentunya dan sesuai dengan presidensi-presidensi sebelumnya adalah mengundang semua anggota,” kata Staf Khusus Menlu bidang Penguatan Program-program Prioritas Kemenlu dan Co-Sherpa G20 Indonesia, Dian Triansyah Djani.

Berita Menarik Lainnya:  Gubernur Khofifah Tegaskan Tak Ada Gempa di Malang

Ia menambahkan Indonesia dalam mengetuai berbagai konferensi suatu forum dan organisasi berpegang pada aturan yang berlaku, dan tidak terkecuali di G-20.

“Oleh karena itu memang kewajiban untuk presiden G20 untuk mengundang semua anggotanya,” katanya.

KTT G-20, sambungnya, akan dipusatkan pada pemulihan ekonomi global yang menjadi prioritas penduduk dunia saat ini.

Presiden Rusia Vladimir Putin, melalui duta besarnya di Jakarta, Lyudmila Vorobieva, mengatakan telah menerima undangan dari Indonesia dan berkeinginan hadir di Bali pada November mendatang.

Disinggung mengenai desakan agar Rusia dikeluarkan dari G-20, Vorobieva mengatakan hal itu tidak membantu mengatasi masalah ekonomi global.

Dia mendesak Indonesia, yang tahun ini memimpin G20, untuk tidak terombang-ambing oleh tekanan dari negara-negara barat.

banner 1024x730

Pos terkait

banner 800x800