Sekolah di Jember Ini Merazia Siswa-siswinya Soal Penampilan

Razia
Tampak salah satu guru di SMAN 2 Tanggul merazia make up siswinya yang mencolok.
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-JEMBER – Saat masih duduk di bangku sekolah, pastinya kita selalu lekat dengan yang namanya “Razia”. Biasanya, para guru akan berdiri di depan gerbang sekolah atau berkeliling kelas masing-masing. Kemudian, mereka mengecek para murid satu per satu.

Mungkin Anda juga pernah merasakan razia saat masih duduk di bangku sekolah. Hingga saat ini, momen tersebut masih tak bisa terlupakan. Bahkan, razia di sekolah menjadi cerita tersendiri ketika kita bernostalgia bersama teman-teman.

Bacaan Lainnya
banner 1024x1366

Seperti yang dilakukan para guru SMA Negeri 2 Tanggul, mereka berdiri di pintu masuk dengan beberapa alat yang sudah dipersiapkan, seperti tisu, gunting rambut hingga gunting kuku.

Berita Menarik Lainnya:  Oknum Wartawan Jombang Ngaku Garap Anak Tiri untuk Pemanasan Sebelum Garap Istri

Adapun beberapa razia yang dilakukan ialah

1. Rambut Gondrong atau Tidak Rapi

Foto: Seorang guru SMAN 2 Tanggul sedang menggunting ujung rambut siswanya yang tidak rapi.

Sudah menjadi rahasia umum, kalau sekolah tidak mengizinkan siswa laki-laki punya rambut gondrong, tidak rapi, apalagi sampai diwarnai. Namun, ada saja siswa yang malas menyukur rambutnya, sengaja digondrongkan, tidak rapi bahkan disemir.

Alhasil, para guru sering akan memotong rambut siswa laki-laki yang terlihat gondrong.

Bahkan, potongan rambutnya jadi tidak rapi sebagai hukuman. Namun, hal itu dilakukan semata-mata untuk memberikan peringatan bahwa kita harus selalu rapi di sekolah.

2. Make up yang mencolok

Nah, momen razia yang satu ini paling sering dialami oleh para siswi.

Salah satu guru di SMAN 2 Tanggul, Retno A. Mayangsari menuturkan, razia ini untuk mendisiplinkan para siswa-siswi sekaligus mengajari mereka melalui etika dalam berpenampilan.

Berita Menarik Lainnya:  Potret Kurangnya Antisipasi Kecelakaan di TKP Truk Tebu Terguling

Dia mengingatkan siswa-siswinya bahwa ke sekolah tujuannya apa, bukan unjuk penampilan diri tetapi semata untuk menuntut ilmu.

“Ya karena di sini kan sekolah, Tujuan utama bersekolah, menuntut ilmu sudah jelas, bukan fokus mempercantik dirinya, apalagi sekolah kami sekolah umum, bukan sekolah kejuruan yang kaitannya dengan fesyen,” ungkapnya.

Dia merasa miris melihat siswa-siswi generasi zaman sekarang, yang kebanyakan fokus goodlooking, namun melupakan tugas utama mereka sebagai pelajar.

“Buku lupa bawa, tapi gincu bawa. Beli skincare make-up mampu, tapi disuruh belajar materi online bilang nggak punya paketan lah, inilah itulah panjang alasannya. Berangkat sekolah telat, tapi make up gak pernah telat,” kesalnya.

3. Seragam

Momen razia di sekolah ini juga paling ditakuti oleh para siswa-siswi di sekolah. Biasanya, para guru juga melakukan razia seragam mulai dari kemeja, celana, dan rok. Untuk siswa laki-laki, model celana yang digunakan tidak boleh meruncing ke bawah seperti pensil, atau model lainnya.

Berita Menarik Lainnya:  Dugaan Malapraktik, Keluarga Balita di Jombang akan Polisikan Puskesmas Bandar Kedungmulyo?

Sedangkan untuk siswa perempuan, kemeja dan roknya tidak boleh dikecilkan atau dibuat ketat. Jika melanggar peraturan tersebut, mau tidak mau mereka akan kena razia dan diberikan teguran keras.

Retno Mayangsari menuturkan beberapa peraturan terkait seragam di SMAN 2 Tanggul seperti rok harus panjang, kerudung dengan logo sekolah, atribut harus ada logo sekolah, sepatu harus hitam, tidak boleh memakai jaket di lingkungan sekolah.

“Sebelumnya sudah kami informasikan prosedur ketentuan mengenai seragam, apabila seragam yang dipakai tidak sesuai prosedur, kami tegur,” tukasnya.

banner 600x310

Pos terkait

banner 1024x1280