Sambut Bulan Suci Ramadan 1443 H, Penjual Bunga Rampai Panen Berkah

Sambut Bulan Suci Ramadan 1443 H, Penjual Bunga Rampai Panen Berkah
Pedagang bunga di TPU Ngagel tampak berjejer.
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-SURABAYA – Tinggal hitungan jari datangnya bulan suci Ramadan 1443 Hijriah namun rezeki dan berkah yang didapat oleh beberapa pedagang walaupun hanya rezeki musiman contohnya penjual bunga rampai di Kota Surabaya.

Berkah Ramadan tetap dirasakan para penjual bunga rampai, walau pandemi masih menghantui namun tidak mengurangi semangat para penjual bunga musiman ini.

Bacaan Lainnya
Berita Menarik Lainnya:  Bersyukur, Masjid Al Falah Sei Dadap Direnovasi oleh Direksi PTPN III
banner 1024x1366

Seperti yang terlihat di Tempat Pemakaman Umum (TPU), di Ngagel, beberapa pedagang bunga terlihat berjejer menjajakan dagangannya. Mulanya jumlah mereka hanya sedikit, namun semakin mendekati bulan Ramadhan jumlah mereka terus bertambah.

Saropah, 38 tahun, salah seorang pedagang bunga mengaku setiap tahunnya menjelang Ramadan dia menjalani profesinya sebagai pedagang bunga di TPU Jalan Ngagel ini.

“Saya udah tiga hari berjualan di sini,” ungkapnya kepada wartawan beritabangsa.com, di lapak dagangannya. Rabu (29/3/2022).

Menurut dia, saat ini peziarah memang belum begitu banyak. Tapi hasil penjualan bunganya lumayan besar juga, karena jumlah pedagang bunga belum begitu banyak. Tapi kalau sudah satu hari menjelang Ramadan, peziarah membludak, dan pedagang juga bertambah banyak.

Berita Menarik Lainnya:  Rencana Jalan Tol, Konsultan Kementerian PUPR: Tidak Lewati Cagar Budaya

Ketika ditanya berapa penghasilannya, Saropah mengatakan untuk saat ini masih berkisar Rp100 ribu hingga Rp150 ribu saja sehari.

“Tapi biasanya kalau sudah makin dekat bulan suci Ramadan, penjualan akan meningkat, sehingga hasilnya juga bertambah,” jelasnya.

Kondisi yang sama juga terlihat di TPU Keputih Jalan Medokan Keputih nomor 25, Keputih, Kecamatan Sukolilo. Di sini juga mulai terlihat beberapa pedagang bunga mengais keberuntungan dengan memanfaatkan para peziarah.

Salah seorang pedagang bunga, Endang, 27 tahun, mengaku sudah sepekan berjualan bunga di tempat ini.

Berita Menarik Lainnya:  Diduga Embat BK 55 Juta, Oknum Perangkat Desa Banjarkemuning Dipolisikan

“Saya melihat sejak sepekan ini jumlah peziarah sudah mulai banyak, maka saya manfaatkan saja dengan berjualan bunga,” ujarnya.

Sementara itu, Sugiono, 53 tahun, warga Jalan Pulo Wonokromo, seorang peziarah, menyebutkan, setiap tahunnya, tepatnya menjelang memasuki bulan Ramadan, selalu menyempatkan untuk berziarah ke makam anaknya yang meninggal akibat kecelakaan pada 2019 silam.

“Setiap menjelang bulan ramadan, saya selalu berziarah ke makam anak saya untuk melihat kondisi kuburan serta membersihkan tumbuh-tumbuhan yang tumbuh di atas kuburan,” kata Sugiono usai berziarah ke makam anaknya.

banner 600x310

Pos terkait

banner 1024x1280