Rumitnya Perhitungan Usia di Korea Selatan Beserta Dampaknya

Korea Selatan
Son Seok Gu, pemeran Mr. Goo di serial My Liberation Notes.
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-JEMBER – Coba tebak, berapa umur Son Seok Gu? Iya aktor yang paling mempesona di serial My Liberation Notes.

Kalau kata Wikipedia, dia lahir pada 7 Februari 1983, ya kalau pakai standar hitungan global sih umur Son Seok Gu itu sudah 39 tahun pada tahun 2022 ini. Tapi tunggu dulu, Korea Selatan punya standar perhitungannya sendiri, yang kemudian diistilahkan Korean Age atau Usia Korea. Umur Son Seok Gu berdasarkan perhitungan Usia Korea  berusia 40 tahun, atau setahun lebih tua, loh kok bisa?

Bacaan Lainnya
banner 800x800

Cara orang Korea menghitung usia mereka. Usia di Korea selalu satu tahun lebih lama dari usia pada umumnya. Orang Korea menganggap usia di dalam rahim sebagai menghitung usia mereka, jadi setiap orang berusia satu tahun saat lahir. Lalu setiap 1 Januari pada tahun berikutnya, perhitungan usia di Korsel otomatis bertambah satu tahun, meski tanggal kelahiranmu bukan 1 Januari.

Berita Menarik Lainnya:  Hujan Deras Semalaman, Ribuan Rumah di 3 Kecamatan Jombang Terendam

Contoh Perhitungan Usia Korea

Mari kita lihat contoh usia Korsel jika tanggal kelahiranmu adalah 12 September 1997.

Perhitungan Usia pada Umumnya:

• Pada 1 Januari 2021, usiamu adalah 23 tahun.

• Pada 12 September 2021, usiamu adalah 24 tahun.

• Pada 1 Januari 2022, usiamu adalah 24 tahun.

Perhitungan Usia Korea:

• Pada 1 Januari 2021, usia Koreamu adalah 25.

Ads

• Pada 12 September 2021, usia Koreamu adalah 25.

• Pada 1 Januari 2022, usia Koreamu adalah 26.

Tatanan perhitungan usia Korea ini merupakan ajaran Konfusianisme.

Dikutip dari BBC Travel, Professor Kajian Agama dan Direktur Korean Studies Centre di George Mason University in Fairfax Amerika Serikat bernama Ro Young Chan mengatakan, cara perhitungan usia Korea itu turunan dari ajarannya Kong Hu Cu.

Dulu hitungan tersebut sempat diterapkan di negara-negara dengan akar Konfusianisme yang kuat  seperti China dan Taiwan.

Berita Menarik Lainnya:  Kodim Jeneponto Gelar Vaksin di Desa Punagaya

Tapi, sekarang cuma Korea Selatan yang masih memakai metode tersebut.

Ro Young Chan menjelaskan, Kong Hu Cu percaya bahwa keharmonisan hidup bisa tercapai jika tercipta struktur sosial. Jadi setiap manusia harus disiplin berperilaku sesuai tatakrama dan melakukan berbagai ritual sesuai peran mereka dalam hidup.

Lalu saat ini muncul “Neo Confusianism” di Korsel. Jadi orang-orang Korea menganggap kehidupan harmonis bisa tercapai melalui perilaku sopan dan hormat ke orang yang lebih senior. Dan senioritas itu berdasarkan usia.

“Dengan usia tersebut, seseorang harus memilah dan memilih pakai gaya bahasa yang mana dalam berbicara. Jika keliru, bisa gawat,” kata Ro Young Chan.

Sedangkan menurut Profesor Bahasa dan Linguistik Korea di Oxford University, Jieun Kiaer mengatakan, kekeliruan memakai gaya bahasa dapat menimbulkan konflik yang membuat seseorang merasa tidak nyaman ngobrol dengan lawan bicara.

Setidaknya ada 3 jenis level bahasa yang diterapin di Korea Selatan, formal, sopan dan informal. Ketiga level tersebut dipakainya tergantung sedang ngobrol dengan siapa.

Berita Menarik Lainnya:  Cegah Pernikahan Dini dengan Cepak

“Ironisnya orang Korea sendiri sering bingung mesti pakai bahasa yang mana,” tulis Jieun Kiaer dalam bukunya yang berjudul Korean Literature Through the Korean Wave, terbitan 2019.

Jieun Kiaer pernah melakukan riset yang hasilnya menyebut bahwa selama 2008 hingga 2017, ada 100 lebih kasus kekerasan fisik yang disebabkan karena seseorang berbicara dengan gaya informal kepada yang lebih tua.

Ribetnya pemakaian bahasa menurut peruntukannya berdasarkan usia ini juga menjadi momok menakutkan bagi para orangtua yang baru menyekolahkan anaknya di sekolah usia dini.

Para orangtua tersebut takut anaknya yang masih kecil tidak bisa memilah dan memilih gaya bahasa mana yang diucapkannya kepada lawan bicara, yang jika salah bisa berakibat pada bullying, anaknya akan kesusahan dapat kelompok bermain atau kelompok belajar di kelasnya karena ditanggapi tidak menghormati orang yang lebih tua dari anaknya dari gaya bahasanya.

Pos terkait