Pupuk Langka, Wabup Lumajang Diwaduli Poktan Boreng

Suasana rapat sejumlah kelompok tani Desa Boreng bersama ke Wakil Bupati (Wabup) Lumajang, Indah Amperawati (Bunda Indah) di ruang Mahameru Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang, Jumat (25/2/2022).
Suasana rapat sejumlah kelompok tani Desa Boreng bersama ke Wakil Bupati (Wabup) Lumajang, Indah Amperawati (Bunda Indah) di ruang Mahameru Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang, Jumat (25/2/2022).
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-LUMAJANG – Akibat kelangkaan dan harga pupuk bersubsidi yang tidak normal, sejumlah kelompok tani Desa Boreng wadul ke Wakil Bupati (Wabup) Lumajang, Indah Amperawati (Bunda Indah) di ruang Mahameru Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang, Jumat (25/2/2022).

Mendapat wadulan itu Wabup Lumajang Indah, terkait dengan kelangkaan dan mahalnya pupuk bersubsidi dikalangan petani saat ini langsung merespon.

Bacaan Lainnya
banner 1920x1080

“Ya soal kelangkaan pupuk yang memang terjadi di semua kabupaten. Saya tadi sudah komunikasikan dengan stake holder. Mulai produsen, distributor dan kios. Ada beberapa hal yang harus diintensifkan komunikasinya,” ungkapnya.

Berita Menarik Lainnya:  Wakil Bupati Asahan Hadiri Peringatan HUT BNN ke-20

Termasuk salah satunya, kata Wabup Indah, petani yang mempunyai lahan pertanian di bawah 2 hektare yang belum masuk RDKK, nanti akan dimasukan secara bertahap.

“Secara teknis akan ditindaklanjuti semua oleh Dinas Pertanian (Diperta) Kabupaten Lumajang, termasuk saran-saran kami ke produsen, distributor dan kios,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Diperta Kabupaten Lumajang, Kepala Dinas Perdagangan dan Kepala Bagian Perekonomian, masih tidak memberikan keterangan atas pertanyaan dari awak media seputar kelangkaan dan mahalnya harga pupuk bersubsidi.

Berita Menarik Lainnya:  Cegah Tawuran, Polrestabes Surabaya Dirikan Rumah Pendekar dan Suporter

“Maaf tadi tidak ikut rapat, tadi yang pimpin Wabup Lumajang, karena saya pimpin rapat forum konsultasi publik rencana awal RKPD 2023,” Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Teguh Widjayono menjawab wartawan.

Sedangkan menurut Kepala Diperta Kabupaten Lumajang, Hairil, kepada media ini menyatakan untuk menindaklanjuti fenomena tersebut, tadi pohaknya bersama Tim KP3 mendampingi Wabup bertemu dengan Produsen Pupuk (Pusri & Petrokimia Gresik), para Distributor & perwakilan Kios. Yang mana, secara bersama-sama sharing untuk mencarikan solusi terbaik terhadap kondisi yang sebenarnya, karena hal ini tidak hanya terjadi di Kabupaten Lumajang saja, tapi hampir terjadi di seluruh wilayah Jawa Timur.

“Beberapa rekomendasi hasilnya akan ditindaklanjuti oleh masing-masing pihak sesuai tugas pokok dan fungsinya, secara kongkrit. kami di Diperta tentu akan terus menerus berupaya mengevaluasi dan memperbaiki sistem perencanaan kebutuhan pupuk petani melalui E-RDKK,” jawab mantan Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Lumajang ini.

Berita Menarik Lainnya:  Bupati Malang Berharap Pemprov Jatim Ada Program Khusus Stunting

Hairil juga berkata akan memberikan edukasi kepada para Petani secara terus menerus melalui para penyuluh dalam penerapan sistem pemupukan berimbang, agar juga bisa terlepas dari ketergantungan kepada pemakaian pupuk kimia, agar bisa meningkatkan porsi pemakaian pupuk organik atau lainnya.

Sedangkan peran yang lain juga dilakukan oleh para produsen, para distributor, serta para pemilik kios dalam melayani permintaan para petani.

banner 600x310

Pos terkait