Proyek Bernilai Miliaran Caplok Lahan Warga?

Lahan
Lahan warga yang dicaplok proyek irigasi

BERITABANGSA.COM-LUMAJANG – Proyek Rehabilitasi Jaringan Irigasi Duk (Paket 2) Desa Lempeni, Kecamatan Tempeh, senilai kontrak Rp2.386.335.000 bersumber dari dana IPDMP, dituding mencaplok lahan warga.

Data media di lapangan, batas waktu pelaksanaan proyek adalah 21 Januari 2022 hingga selesai 30 April 2022.

Bacaan Lainnya
banner 1920x1080

Pelaksana proyek oleh CV Lima Jaya Lumajang. Sementara Konsultan Pengawas adalah CV Tri Mukti Andayani Surabaya.

Sayang temuan di lapangan pekerjaan asal-asalan, bahkan belakangan proyek ini merugikan warga setempat. Warga bernama Zaenal Arifin, mengaku pemilik lahan protes karena lahan termakan proyek tanpa izin.

Berita Menarik Lainnya:  Sudut Pandang Penyesuaian Harga BBM

“Lahan saya itu termasuk lahan pemajekan yang bisa dibuktikan dengan sertifikat dicaplok proyek pengairan, oleh CV tersebut,” kata Zaenal Arifin kepada awak media, Rabu (22/6/2022).

Menurut Arif, panggilan akrabnya, dia pernah dijanjikan anggaran untuk pengurukan lahan yang sudah dirusak alat berat.

Proyek itu kata Arif sudah mencabut papan nama, sehingga diduga proyek siluman dan tidak transparan.

“Saya dijanjikan 300 urukan atau 300 truk, yang bilang dari pihak CV, namun cuma dikasih kurang lebih 30 urukan saja,” tambahnya.

Kata Arif, pekerjaan ini yang dimulai awal Januari, alat berat excavator (backhoe) turun ke sungai di sebelah rumahnya.

Sebelumnya, warga sempat menghentikan alat berat itu, karena belum ada kesepakatan. Barulah selanjutnya warga dikumpulkan di rumah salah satu warga bernama Sugi.

Berita Menarik Lainnya:  Wabup Bondowoso Resmikan Musala At-Taqwa di SMPN 1 Pakem

“Dari 3 meter, pihak CV minta pelebaran hingga 14 meter dan dinego jadi 12 meter, kok ini malah melar jadi 15 meteran,” ujarnya.

Menurut warga yang berprofesi sebagai guru di SD Tumpeng 3 ini, saluran irigasi bukan sungai besar lebarnya sungai 7 meter, belum pondasinya.

“Jalan naik turun alat berat juga tidak ada perbaikan sehingga memicu penyebab banjir. Pasir tidak beli. Mereka ambil di sungai dicampur semen merek Padang untuk bahan adonan pondasi, banyak saksi yang melihatnya, CV hanya membeli pasir untuk jembatan saja,” imbuhnya.

Terkait kompensasi, sempat disampaikan pihak rekanan, namun oleh Sekcam Tempeh, sejumlah warga diredam emosinya, katanya aliran sungai diperbaiki demi kepentingan warga.

Berita Menarik Lainnya:  Ikuti Upacara HUT Bhayangkara Dipimpin Jokowi

Dari data media, ada lahan milik Sunari pensiunan guru, terletak di sebelah timur sungai utara jalan.

Lahan milik Sugi, sebelah barat sungai selatan jalan, lalu lahan milik Zaenal Arifin, guru SD Tumpeng 3 di utara jalan barat sungai.

Pihak CV Lima Jaya, sempat memberi penjelasan kepada wartawan bahwa pekerjaannya hanya diterima Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Lumajang.

Samsudin, Direktur CV Lima Jaya, hanya menjawab singkat pertanyaan wartawan.

“Kami hanya sebagai pelaksana saja, bukan perencana. Coba ditanyakan ke dinas,” tukasnya.

>>>Ikuti Berita Lainnya di News Google Beritabangsa.com

banner 600x310

Pos terkait

[masterslider id="23"]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *