Polda Jatim Terjunkan 3.879 Personel ke Daerah, 8 Hal Ini Jangan Dilanggar

Polda Jatim Terjunkan 3.879 Personel ke Daerah, 8 Hal Ini Jangan Dilanggar
Kombes Pol M. Aris, saat memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Semeru 2022.
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-SURABAYA – Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) menggelar operasi keselamatan Semeru (Opskas) 2022 dimulai hari ini 1 – 14 Maret 2022. Sedikitnya 3.879 personel diterjunkan untuk menegakkan disiplin 8 hal dengan Presisi (Prediktif, Responsibilitas dan Transparansi, dan Berkeadilan).

“Nantinya dalam operasi keselamatan Semeru 2022 ini tetap ada tindakan represif terhadap pelanggaran yang menimbulkan fatalitas kecelakaan terkait 8 pelanggaran lalu lintas prioritas,” lanjut Kombes Pol M. Aris.

Bacaan Lainnya
Berita Menarik Lainnya:  Polri Awasi Pelaku Perjalanan Luar Negeri dengan Aplikasi
banner 1920x1080

Delapan hal itu adalah, tidak memakai helm, melebihi batas kecepatan, mengemudikan kendaraan belum pada waktunya (di bawah umur), tidak memakai sabuk keselamatan, mengemudikan kendaraan dalam keadaan mabuk, mengemudikan kendaraan bermain HP, melawan arus dan kendaraan angkutan barang overload yakni kelebihan muatan

Hal ini sekaligus menjawab tantangan tugas perkembangan cepat di masyarakat, arus lalu lintas dan angkutan jalan dengan konsep Presisi.

Saat ini Kepolisian Daerah Jawa Timur, telah memodernisasi sistem teknologi informasi berkelanjutan serta mendorong inovasi pelayanan publik berbasis IT, sesuai karya Ditlantas Polda Jatim yakni E-TLE maupun IMCAR.

Berita Menarik Lainnya:  Bupati Malang Panggil Sekdin PUBM Kunjungi Desa Sitirejo Wagir, Ada Apa?

Konsep itu dituangkan dalam amanat Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, yang dibacakan oleh Irwasda Polda Jatim Kombes Pol M Aris, saat memimpin apel gelar pasukan Opskas 2022 di lapangan upacara Mapolda Jawa Timur, Selasa (1/3/2022).

Berdasarkan hasil analisa dan evaluasi (Anev) pelaksanaan operasi keselamatan 2020-2021, ada kenaikan pelanggaran hingga kecelakaan lalin juga naik.

Untuk kecelakaan naik jadi 70 persen, sedangkan pelanggaran mencapai 100 persen.

Faktornya karena masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam berlalulintas selama massa pandemi.

Mereka menganggap toleransi dari aparat penegak hukum dalam melakukan upaya represif yakni penindakan di massa pandemi Covid-19.

Berita Menarik Lainnya:  Warga Desak DPRD dan Pemkab Jeneponto Realisasikan 1 Damkar 1 Kecamatan

“Sehingga mereka lebih fokus kepada protokol kesehatan (prokes) dibandingkan aturan keselamatan lalu lintas di jalan raya,” lanjutnya.

Pelaksanaan operasi tahun 2022 ini dilaksanakan dalam situasi pandemi, bahkan Indonesia telah mengalami gelombang III sebaran Covid-19 dengan angka penambahan kasus aktif di Jatim cukup tinggi antara 5-6 ribu perhari.

Kapolda Jatim Irjen Nico juga menegaskan dalam amanatnya, untuk anggota yang terlibat dalam operasi keselamatan, tegakkan aturan dengan sebaik baiknya dan perlu menjadi contoh berlalu lintas bagi masyarakat.

banner 600x310

Pos terkait