BERITABANGSA.COM-JOMBANG – Menanggapi tuntutan hukuman terhadap Tubagus Joddy (terdakwa) 7 tahun penjara, penasihat hukum terdakwa Eko Wahyudi menyebut Jaksa Penuntut Umum (JPU) terlalu sewenang-wenang dalam memberikan tuntutan.
Hal ini diungkapkan oleh Eko, usai menjalani persidangan dengan agenda pembacaan pledoi, Senin (28/3/2022) di ruangan Kusuma Atmaja Pengadilan Negeri (PN) Jombang.
“Jaksa Penuntut Umum itu sewenang-wenang bikin ttuntutanny seharusnya ada batas maksimal dalam pasal 310 ayat 4 dan 310 ayat 2 itu 6 tahun penjara. Tetapi ini sudah dituntut dalam ketentuan batas maksimal 7 tahun penjara,” ujarnya.
Selain itu, pihaknya juga menilai jika Jaksa Penuntut Umum (JPU) Aldi Demas dan Aldi Prasetyo terkesan ragu membacakan tuntutan di forum persidangan dua pekan lalu.
“Betul, (JPU terdakwa Tubagus Joddy terkesan ragu-ragu). Jadi intinya dalam dakwaan pertama kita tahu yang dibacakan jaksa penuntut umum itu adalah pasal 310 ayat 4 dan ayat 3. Tetapi, pada tuntutan yang dibacakan yaitu 310 ayat 4 dan 310 ayat 2,” katanya.
Penasihat hukum menilai JPU terkesan ragu memberikan tuntutan. Di samping karena terdakwa sudah mengakui kesalahan dan merasa menyesal atas perbuatannya, dari tuntutan 7 tahun penjara pihaknya turut mengajukan pembelaan seringan-ringannya.
“Untuk yang paling meringankan itu, pihak keluarga korban sudah mengucapkan permintaan maaf dari keluarga terdakwa, baik itu Bapak Tubagus dan terdakwa Tubagus Joddy sendiri. Yang kedua, terdakwa sangat menyesali atas perbuatannya dan sanggup tidak akan mengulangi lagu,” jelas Eko di halaman ruangan Kusuma Atmaja PN Jombang.
Kendati demikian, pihaknya tidak bisa memastikan hukuman yang paling layak diberikan terhadap terdakwa.
“Ini yang kita tidak bisa menyebutkan, mohon maaf. Tapi kami hanya mengomentari JPU yang sewenang-wenang berikan tuntutan. Untuk itu kami hanya bisa mengajukan pembelaan dan memohon keringanan seringan mungkin,” pungkasnya.
Sekadar diketahui, Tubagus Muhammad Joddy (24) atau sopir mendiang artis Vanessa Angel mengaku tak tahan dengan tuntutan 7 tahun penjara yang diajukan Jaksa Penuntut Umum sebelumnya.