Pemilik Tendangan Emas Asal Jombang Ini Terlahir dari Keluarga Sederhana

Afrizal
Afrizal saat merangkul dan menunjukkan foto masa kecilnya
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-JOMBANG- Muhammad Rizky Afrizal. Satu dari squad Tim Nasional Indonesia U-16 kelahiran Dusun Gapuk, Desa Genuk Watu, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang. Pemilik tendangan emas ini terlahir dari keluarga sederhana.

Tendangan emasnya yang membawa Timnas U-16 juara AFF 2022 ini juga berjuluk pemilik tendangan maut. Karena tendangannya jadi goal sempurna alias membikin penjaga gawang tak berkutik.

Bacaan Lainnya

Saat tanding lawan Myanmar U-16 di laga semifinal Piala AFF U-16 2022 di Stadion Maguwoharjo, Sleman Yogyakarta, Rabu (10/8/2022) lalu, video tendangannya viral menarik perhatian warga netizen.

Siapa yang kenal sosok Afrizal. Pemuda yang dilahirkan jauh di pelosok Kota Jombang ini tentu saja tidak dikenal luas. Orangtuanya hidup sederhana.

Anak III dari pasangan Solikan dan Nurhidayati, ini memang diakui sebagai anak yang ramah atau hambel.

Dari sekian saudaranya, dia satu-satunya yang memiliki hobi bola dan ingin jadi pemain sepakbola terkenal.

Cita-cita pun jadi nyata, begitu ia belajar di bangku SMA, bakat dan skillnya mencuat.

Tendangan, postur tubuh dan skill memainkan bola membuat dia lolos seleksi pemain timnas U-16. Bahkan ditetapkan jadi pemain inti sayap kiri di Piala AFF U-16 kemarin.

Pemain timnas dengan nomor punggung 25 ini mengaku bak mimpi. Dia merasa baru kemarin masuk di bangku SMA, kini sudah jadi Timnas.
Dia mengaku sangat kesulitan saat hendak membeli sepatu.

Berawal dari Hobi Bola

Timnas
Pemain Timnas Indonesia U-16 Muhammad Rizky Afrizal

Di rumah kelahiran Afrizal, pria 16 tahun ini mengaku hobinya itu menggebu sejak kecil. Sejak SD sudah keranjingan sepak bola.

Berita Menarik Lainnya:  Lagi, Lapas Probolinggo Razia Kamar Warga Binaan

“Waktu kecil pokoknya, saya senang liat laga sepakbola dan ingin terus berolahraga. Sampai masuk Sekolah Sepak Bola (SSB) Putra Ngoro, dari saking senangnya main bola,” ujar Afrizal kepada Beritabangsa.com Sabtu, (20/8/2022) siang.

Di SSB Putra Ngoro itu tak berjalan mulus. Dia harus menabung dari uang saku sekolah agar bisa beli seragam dan sepatu bola.

“Alhamdulillah waktu itu awalnya sudah ada dukungan dari orang tua saya. Di SSB Putra Ngoro Jombang ini saya jalani 6 tahun,” katanya.

Belajar di SSB ini harus berhenti, karena kedua orangtuanya harus pindah dan domisili ke Desa Bondo Gerit, Kecamatan Sanan Wetan, Kota Blitar.

“Karena pindah ke Blitar, di rumah sini tetap dihuni sama nenek dan kakek saya. Saya pindah ke Blitar itu waktu sekolah SMA,” bebernya.

Kendati pindah, aktivitas latihan sepakbola tak berhenti. Ia masuk di SSB Golden Soccer Blitar. Bahkan dua SSB sekaligus.

“Saya lanjut ke sekolah SSB di Kediri sana. Terus berlatih keras untuk bisa lolos seleksi pemain timnas Indonesia. Di sisi lain memohon dukungan orang tua juga,” katanya.

Setelah di SSB Golden Soccer Blitar, ia menjadi salah satu squad Piala Soeratin U-13 hingga U-15 di Blitar. Tak disangka ia dijajal di Timnas U-16.

“Alhamdulillah setelah itu jadi pemain Timnas Indonesia U-16. Itu berkat dukungan semua pihak terutama keluarga dan dua orang tua, selalu mendukung di samping saya,” tuturnya.

Masuk pelatihan di pusat, dia sudah digabung dengan timnas Garuda. Untuk masuk itu saja sulit karena harus rutin latihan. Terutama latihan tendangan dan cara bawa dan mengatur arah bola.

“Latihan terus, kalau soal tendangan yang sampai viral itu saya latihan terus. Latihan tendangan samping 100 kali, itu dilakukan secara rutin berkali-kali. Ya agar ketika bertanding itu, kita akan mudah cara mengarahkan bola ke gawang lawan,” cetus Afrizal.

Berita Menarik Lainnya:  Nasdem Malang Optimis Target 12 Kursi di Pileg 2024 Tercapai

Kini dia bisa membawa nama harum Indonesia jadi juara Piala AFF U-16 2022. Afrizal mengaku sangat bahagia. Kemenangan itu tak hanya dari para pemain, pelatih, dukungan supporter, penonton dan kehendak Allah.

“Mental saat melawan Vietnam pun begitu. Tantangan dari supporter dan intenal yang mengharuskan kita semakin semangat dan menang. Alhamdulillah dari sini sudah bisa jadi jawara,” kata Afrizal.

Saat ini, dia ingin memanfaatkan waktunya untuk istirahat di kampung kelahirannya sembari menerima tamu warga dan teman masa lalunya.

Karena tahun depan dia juga bakal masuk usia 17 dan harus memperkuat squad Timnas Indonesia U-17.

“Motivasi ke warga, terus semangat untuk meraih keinginan dari cita-cita. Jangan lupa berdoa, yang penting dapat restu dari kedua orang tua kita. Mungkin itu saja. Ke depan bagaimana Timnas U-17 juara lagi,” imbuhnya.

Keluarga Serba Keterbatasan

Afrizal
Afrizal saat ditanggul warga di halaman rumah kediamannya

Perjalanan menuju timnas, tak luput dari warna kehidupan. Kata Sholikhul Amin (34) kakak ipar Afrizal. Adik iparnya ini hidup dengan serba keterbatasan.

“Dari kecil tidak punya handphone. Baru saat SMP bisa ada. Itupun HP Android RAM kecil. Itu dipegang Afrizal sampai berlaga di Timnas U-16,” ujarnya.

Tak jarang Afrizal mengalami kesusahan saat meeting ataupun kirim dokumentasi di timnas ke pihak keluarga. Karena Afrizal memori HP tidak cukup.

“Iya namanya keluarga, kan pengen tau aktivitas dia di sana itu seperti apa. Tapi ya itu kendalanya, kalau sering nelfon kan gak enak juga takutnya ganggu. Jadi komunikasinya pas dia istirahat. Kadang kirim foto, dan video gitu,” katanya.

Tak lama berselang, ia mendapat perhatian dari Pemerintah Kota Blitar. Utamanya saat, video yang menampakkan Afrizal dengan tendangan bebasnya viral di jagat maya.

“Sehingga banyak yang tanya apa kebutuhannya. Kemudian dapat beberapa bantuan, termasuk alat komunikasi itu,” cetusnya.

Berita Menarik Lainnya:  Tampil Modis, Takjil Tumpeng Jajan Ndeso di Jombang Laris Manis

Menjadi kakak ipar Afrizal, ia merasa bangga. Adiknya gigih dalam semangat meraih cita-cita menjadi pemain sepakbola terkenal. Meskipun berawal dari keterbatasan.

“Sangat sederhana kehidupan keluarganya. Alhamdulillah saya ikut bangga, setelah Afrizal jadi seperti yang saat ini. Sangat membantu perekonomian keluarganya, bahkan kepulangannya ke rumah di Jombang ini sampai disambut ribuan warga,” bebernya.

Kebanggaan Orang Tua

Afrizal
Afrizal saat didampingi kedua orang tuanya

Kesuksesan Afrizal jadi kebanggaan masyarakat Indonesia, tak lepas dari peran keluarga. Seperti yang disampaikan ayahnya, Solikan. Ia mengaku Afrizal kecil selalu menuruti keinginannya, yakni bermain sepakbola.

“Iya kami bangga. Kami turutin hobi Afrizal sejak kecil, selalu latihan main bola, katanya pingin jadi pemain sepakbola. Ya dia latihan terus sampai pindah ke Blitar, tetap latihan di sekolah sepakbola itu. Di samping itu, kami berdoa semoga keinginan doa anak saya terkabulkan gitu,” ujarnya.

Hingga sampai jadi salah satu pemain inti di Timnas Indonesia U-16, Solikan tetap memberi motivasi penting anak ketiganya ini. Aga keinginannya tercapai dengan jalan berjalan aman dan lancar.

“Kami orang tua Afrizal tetap memberi semangat sambil berdoa. Dan pesan kami tidak lepas jangan terlalu bangga dulu, syukuri dan teruslah disiplin untuk menjadi apa yang diharapkan begitu,” katanya.

Sementara itu ia berharap, Afrizal tetap menjadi kebanggaan keluarga dan masyarakat Indonesia serta negara Indonesia. Betapa diharapkan, Afrizal bisa bersumbangsih kembali untuk memenangkan Piala pertandingan sepakbola Timnas Indonesia U-17 nanti.

“Kami berharap Afrizal tercapai apa yang diinginkan, gitu saja. Saya sudah bangga sampai kepulangannya disambut banyak warga. Terharu gitu, teman-teman dulunya datang semuanya. Semoga terus berlanjut membanggakan keluarga, negara, bangsa Indonesia di Timnas Indonesia tahun depannya,” pungkasnya.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.com

banner 600x310

Pos terkait

banner 1024x1280