Pasca Apel Opskas Semeru 2022, Kapolres Bondowoso Bagikan Masker

Pasca Apel Opskas Semeru 2022, Kapolres Bondowoso Bagikan Masker
Kapolres Bondowoso, AKBP Wimboko saat mengingatkan pengendara untuk patuhi prokes.
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-BONDOWOSO – Kepolisian Resor Bondowoso menggelar apel pasukan operasi keselamatan Semeru (Opskas) 2022 selama 14 hari sejak hari ini di halaman Mapolres, Selasa (1/3/2022).

Usai pelaksanaan apel, Kapolres Bondowoso, AKBP Wimboko, membagikan masker pada pengguna jalan di depan Markas Komando Polres Bondowoso.

Bacaan Lainnya
Berita Menarik Lainnya:  UCC Buka Loker Lulusan Unusa di Virtual Job Fair
banner 1920x1080

Selain pembagian masker, Kapolres Wimboko didampingi oleh jajaran Forkopimda mengingatkan para pengguna jalan untuk selalu mematuhi protokol kesehatan dan peraturan lalu lintas.

“Sebenarnya ini spontanitas tadi bersama jajaran Forkopimda untuk mengingatkan masyarakat karena kasus pasien positif terus naik,” katanya.

Ia sendiri mengaku ke depan dalam berbagai kesempatan akan terus mengajak masyarakat agar mengikuti vaksin.

“Vaksinasi harus terus digenjot, karena juga jadi salah satu kunci melawan virus Corona,” katanya.

Berita Menarik Lainnya:  Melihat Kasus Aksi Pungli BPNT/BPS di Desa Bakalanrayung Jombang, Sampai Manakah ?

Selain itu, pihaknya menekankan agar tingkat kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas lebih disiplin, karena selama ini mereka menganggap adanya toleransi dari aparat penegak hukum (APH) dalam upaya melakukan penegakan represif di masa pandemi Covid-19.

“Sehingga para pengguna jalan lebih fokus pada protokol kesehatan. Dari pada aturan lalu lintas yang mengakibatkan tingkat kecelakaan lalu lintas meningkat,” ujarnya.

Bahkan kata Kapolres Wimboko, berdasarkan hasil anev Opskas 2020 dan 2021 baik pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas mengalami peningkatan cukup signifikan.

Berita Menarik Lainnya:  BSH Tak Kunjung Cair, Seorang Kakek di Kedungdung Sampang Tagih Janji Baznas Jatim

“Kecelakaan mengalami peningkatan 73 persen, pelanggaran peningkatannya 100 persen,” ujarnya.

Untuk itulah, dia berharap selain tindakan preemtif dan preventif petugas juga tetap melakukan tindakan represif terhadap pelanggaran yang menimbulkan fatalitas kecelakaan.

Seperti di antaranya, yakni tidak menggunakan helm, melebihi batas kecepatan, pengemudi di bawah umur, memakai safety belt, pengemudi mabuk, menggunakan HP, melawan arus, over dimensi dan overload.

” Jangan lupa tetap pedomani Prokes serta tingkatkan kewaspadaan,” pungkasnya.

banner 600x310

Pos terkait