Malapraktik Obat Kedaluwarsa, Dinkes Jombang Bantah Keteledoran Jadi Ketidaksengajaan

Kabid PSDK Dinkes
Kabid Pelayanan Sumber Daya Kesehatan Dinkes Jombang dr Ulfah K. Izzah
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-JOMBANG- Kasus dugaan malapraktik pemberian obat kedaluwarsa Puskesmas Bandar Kedungmulyo kepada pasien, dan dugaan pelanggaran Undang-undang Perlindungan Konsumen nomor 8 tahun 1999, membuat Dinas Kesehatan (Dinkes) Jombang turun gunung, Sabtu (11/6/2022).

Kabid Pelayanan Sumberdaya Kesehatan (PSDK) Dinkes Jombang dr Ulfah K. Izzah, menjelaskan dari hasil penelusurannya dia membantah dugaan keteledoran perawat puskesmas. Jadi unsurnya murni ketidaksengajaan.

Bacaan Lainnya
banner 800x800

“Ketidaksengajaan Mas, makanya nanti akan diperbaiki lagi agar kejadian ini tak akan terulang kembali. Kami nanti akan memperbaiki alurnya,” ujarnya.

Berita Menarik Lainnya:  Hadiah Puluhan Juta, Pemkab Sidoarjo Gelar Lomba Vlog dan Fotografi Millenial Digital Fest (MDF) 2022

Lanjut dr Ulfah, ketidaksengajaan itu berawal dari terdapat sebagian obat di bulan Mei yang harus di-kembalikan. Namun, kata dia ditemukan alur yang terlewat sehingga obat kedaluwarsa masih tersimpan.

Ads

“Sebenarnya itu sudah disetorkan dan dimusnahkan, akan tetapi ada alur yang terlewati. Sehingga masih tersimpan dan tidak sengaja diberikan kepada pasien (Korba balita, red),” jelasnya.

Dari 3 obat yang diberikan terhadap korban balita berusia 26 bulan itu, hanya satu yang ditemukan sudah kedaluwarsa yakni oralit.

“Kebetulan yang kedaluwarsa oralit. Dari segi komposisinya, ini kan larutan gula garam ya. Jadi tidak terlalu berbahaya,” bebernya.

Namun saat disinggung menanggapi permintaan pertanggungjawaban dari keluarga korban, pihaknya mengaku akan koordinasi terlebih dahulu. Mulai dari pemerintah desa untuk mendatangi kediaman keluarga pasien.

Berita Menarik Lainnya:  Ada Zakat Fitrah yang Salah Kaprah

“Tetap akan koordinasi dulu ya Mas. Nanti untuk ke kediaman pasien, kita akan besama pihak puskesmas (Bandar Kedungmulyo, Jombang, red) juga,” pungkasnya.

Sekadar diketahui, seorang balita berusia 26 bulan diberi obat kedaluwarsa saat berobat ke Puskesmas Bandar Kedungmulyo, Jombang. Bukannya sembuh, putri sulung Kiki Niamita Witami (22) itu kini malah opname di RSUD Kertosono, Nganjuk.

>>>Ikuti Berita Lainnya di News Google Beritabangsa.com

Pos terkait