LP Maarif NU Bentuk Satgas Anti Perundungan Seksual

LP Ma'arif NU
Gubernur Jatim Khofifah didampingi Ketua LP Maarif NU di PBNU, Prof Muhammad Ali Ramdhani
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-BATU- Ketua Lembaga Pendidikan Maarif NU di PBNU, Prof Muhammad Ali Ramdhani, menegaskan rapat kerja nasional LP Maarif yang digelar menghasilkan evaluasi program kerja tahun sebelumnya dan membahas program kerja untuk masa mendatang.

Bahkan, rakernas juga membentuk Satuan Tugas (Satgas) pencegahan dan penanggulangan perundungan kekerasan seksual di lingkungan lembaga pendidikan, selain standar pendidikan, di Kendedes, Batu – Malang (28/9/2022) malam.

Bacaan Lainnya
Berita Menarik Lainnya:  Pembagian PL Tidak Merata, DPUTR Lumajang Bungkam

“Satgas ini dijuluki sebagai Satgas Maarif Bermartabat. Ini merupakan langkah preventif kami untuk mencegah perilaku diskriminatif dan menghormati perbedaan yang ada,” ungkapnya

Selain itu, dia juga menyampaikan bahwa Rakernas ini juga disebutnya sebagai forum untuk merekonstruksi pemikiran dan mensinergikannya guna membentuk peradaban bangsa.

“Sehingga akan ada keberlanjutan yang sangat panjang. Karena harta terindah adalah anak kita dan wisata terindah adalah pembelajaran. Harapannya LP Maarif bisa jadi lembaga pendidikan terbaik,” harapnya.

Sementara itu Ketua Harian PBNU, yang juga Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, di hadapan peserta Rakernas LP Maarif NU mengajak pelaksana LP Maarif untuk melakukan percepatan adaptasi dan inovasi menjawab tantangan global.

Berita Menarik Lainnya:  2,7 Juta Liter Migor Disalurkan Pemprov Jatim, Salah Satunya di Probolinggo

Sebab, jika NU secara makro ingin memajukan peradaban dunia, maka pintu masuk utamanya adalah melalui pendidikan.

Khofifah bahkan mengungkap 4 tantangan dunia pendidikan yang perlu diperhatikan lembaga pendidikan, termasuk LP Maarif NU.

Empat tantangan itu yakni,di era disrupsi informasi butuh inovasi dalam penyelenggaraan tata kelola maupun proses belajar mengajar untuk percepatan adaptasi.

Inovasi menjadi kata kunci karena perubahan yang terjadi, menuntut percepatan adaptasi dengan dinamika perkembangan zaman.

“Jadi berbagai inovasi harus terus kita lakukan di berbagai bidang guna menjawab tantangan yang mendisrupsi banyak sektor saat ini,” tegasnya.

Berita Menarik Lainnya:  Reses Perdana, Anggota DPR RI Haerul Amri Perjuangkan Beasiswa

Kedua, di era globalisasi di mana standar kualitas sekolah tidak hanya diukur dalam skala lokal atau nasional tapi dalam skala global. Sehingga, kualitas pendidikan LP Maarif harus mengikuti standar Internasional.

Tantangan ketiga, adanya era media. Di mana harapan dan tuntutan masyarakat semakin tinggi dan makin mudah diketahui secara luas. Sebagai bagian dari wujud kesadaran masyarakat untuk mencerdaskan putra-putrinya.

Maka lembaga pendidikan juga harus memanfaatkan media sosial sebagai sarana perkuat komunikasi dan jejaring termasuk promosi atas prestasi yang dicapai.

Karena di era saat ini insan pendidikan juga harus openmind dan memanfaatkan media sosial sebaik mungkin untuk fungsi belajar dan syiar.

banner 600x310

Pos terkait

banner 1024x1280