Kunjungi Probolinggo, PBNU Siapkan Agenda Muktamar Fiqih Peradaban

Ketua PBNU, KH Yahya Cholil Staquf saat berkunjung ke Ponpes Nurul Jadid, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo
Ketua PBNU, KH Yahya Cholil Staquf saat berkunjung ke Ponpes Nurul Jadid, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-PROBOLINGGO- Menjelang 100 tahun Nahdlatul Ulama, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengunjungi pondok pesantren di berbagai daerah, salah satunya Kabupaten Probolinggo. PBNU juga bakal menggelar Muktamar Internasional Fiqih Peradaban.

Dua pesantren besar, yakni Ponpes Nurul Jadid di Kecamatan Paiton, dan Ponpes Zainul Hasan Genggong di Kecamatan Pajarakan menjadi pilihan KH Yahya Cholil Staquf, Ketua PBNU.

Bacaan Lainnya
banner 800x800

Kedatangan Gus Yahya di dua pesantren di Kabupaten Probolinggo didampingi oleh Sekjen PBNU Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Ketua PBNU Amin Said Husni.

Berita Menarik Lainnya:  NU Care LAZISNU Surabaya Gelar Buka Bersama dan Santunan Anak Yatim

“Menuju 100 tahun mau melakukan serial halaqoh intensif tentang fiqih peradaban mulai Juli mendatang,” ucap Gus Yahya sapaan akrabnya saat berkunjung ke Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid KH M Zuhri Zaini di Kabupaten Probolinggo, Kamis (19/05/2022).

Pihaknya juga mengenang Ponpes Nurul Jadid, meskipun dalam waktu singkat hanya dua pekan karena saat itu Gus Yahya dikirim untuk mengikuti pelatihan manajemen pesantren yang digelar di Pesantren Nurul Jadid Paiton.

Ads

Dalam kesempatan itu, ia juga menceritakan adanya beberapa pesantren yang masih tradisional, namun digunakan untuk jangkar hubungan internasional seperti Ponpes Nurul Jadid.

“Pesantren Nurul Jadid bagian dari pilar tradisional Gus Dur untuk urusan internasional. Ada beberapa pesantren yang sering digunakan di antaranya Paiton dan Pati,” ujarnya.

Berita Menarik Lainnya:  Siapa yang Mengendalikan Media di Indonesia ?

Menurutnya jaringan internasional Gus Dur itulah yang kini bisa dinikmati NU karena Gus Dur terus membangun jaringan Internasional, meskipun sudah tidak lagi menjadi Presiden.

“Gus Dur itu membangun jaringan Internasional hingga tahun 2008, baru dilanjutkan Paklek Mus (Gus Mus) dan mulai 2011 saya ikut dan keterusan sampai sekarang,” katanya.

Gus Yahya juga menceritakan pada KH Zuhri Zaini tentang agenda 100 tahun NU yang akan menggelar Muktamar Internasional Fiqih Peradaban dan dalam muktamar itu, salah satunya akan menggelar berbagai halaqoh yang akan dilakukan di pesantren Nurul Jadid Paiton.

Sementara KH Zuhri Zaini mengatakan Nurul Jadid sering digunakan untuk agenda-agenda PBNU dan saat Gus Dur masih hidup juga sangat sering mampir ke sana.

Berita Menarik Lainnya:  16 Siswa Dilepas Bupati ke BBPLK Bekasi

“Banyak agenda PBNU. Saya bersyukur bisa didatangi Ketua Umum PBNU, dulu Gus Dur juga sering main ke sini,” pungkasnya.

Setelah dari Ponpes Nurul Jadid, Gus Yahya juga berkunjung ke Pesantren Zainul Hasan Genggong untuk bersilaturahmi dengan KH Mutawakil Alallah serta ramah tamah dengan seluruh pengurus PCNU Kota Probolinggo, Kabupaten Probolinggo dan PCNU Kraksan. Selanjutnya ziarah ke makam para pendiri Pesantren Genggong.

Kedatangan Gus Yahya di dua pesantren di Kabupaten Probolinggo didampingi oleh Sekjen PBNU Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Ketua PBNU Amin Said Husni.

Pos terkait