Kominfo Jatim Cetak Santri Digitalpreneur di Jember

Kominfo Jatim Cetak Santri Digitalpreneur di Jember
Pengasuh Pondok Pesantren Roudloh Darussalam bersama Diskominfo Jatim dan para narasumber pelatihan Santri Digitalpreneur.
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-JEMBER – Menindaklanjuti perintah Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa untuk mewujudkan iklim wirausahawan berbasis digital (Digitalpreneur) di kalangan pondok pesantren (Ponpes) Dinas Kominfo Jatim menyelenggarakan pelatihan kemampuan digital kepada para santri Ponpes Roudloh Darussalam Desa Sukorejo, Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember, Selasa (22/03/2022).

Kepala Bidang Aptika Diskominfo Jatim, Ahmad Fadil Husni mengatakan, Ponpes Roudloh Darussalam dijadikan percontohan pengembangan santri digitalpreneur di Kabupaten Jember.

Bacaan Lainnya
Berita Menarik Lainnya:  Pansus DPR Asahan Sampaikan Hasil Pembahasan LKPJ Bupati
banner 1024x1366

“Untuk satu tahun ini, kami mengembangkan 10 pondok pesantren di beberapa kabupaten dan kota di Jawa Timur,” ungkap Fadil Husni.

Sementara itu, pengasuh Ponpes Roudloh Darussalam Kiai Haji Misbahus Salam berterima kasih atas program dari Gubernur Jatim.

Menurutnya, santri saat ini harus menyesuaikan dengan perkembangan zaman, salah satunya harus memiliki kemampuan di bidang digital guna memberikan manfaat kepada umat.

“Diharapkan santri dapat menjadi pengusaha berbasis digital sesuai dengan perkembangan zaman ini, karena memang kita ketahui bersama saat ini serba digital,” ujar Kiai Misbah.

Berita Menarik Lainnya:  Bank Digital Alternatif Bagi Nasabah Perbankan

Dia menambahkan, dalam era yang serba digital ini, Indonesia membutuhkan sumber daya manusia yang profesional, kompetitif dan kompeten.

Tidak hanya pelajar, mahasiswa, industri, akademisi dan masyarakat umum, keberadaan para santri yang kreatif, inovatif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi digital sekaligus teguh menjaga tradisi dan nilai-nilai luhur bangsa yang baik.

Melalui penerapan digital juga, lanjut Kiai Misbah, seorang calon pengusaha tidak harus mempunyai barang terlebih dulu untuk diperjualbelikan, namun dengan cara berkolaborasi dengan pihak produsen produk tertentu, para pengusaha digital cukup mempunyai kepiawaian dalam menjual melalui media digital sudah dapat menghasilkan pundi-pundi rupiah.

Berita Menarik Lainnya:  Persatuan Jaksa Polisikan Alvin Lim, Kejari Bondowoso Banjir Dukungan

“Oleh karena itu, kalangan santri, pemuda milenial harus memiliki kemampuan digitalpreneur,” ajaknya.

Dia berharap dari pelatihan ini, ada keberlanjutan pendampingan hingga benar-benar mencetak Santri Digitalpreneur.

“Program ini sangat bagus, tentunya pelatihan ini tidak sekadar pelatihan lalu ditinggal, namun harus ada keberlanjutan pendampingan sampai ada output yang nyata dari kalangan santri menjadi seorang digitalpreneur yang handal,” pungkasnya.

banner 600x310

Pos terkait

banner 1024x1280