Ko Jul Tak Kunjung Ditahan, BBHAR PDIP Angkat Bicara

Ko Jul Tak Kunjung Ditahan, BBHAR PDIP Angkat Bicara
Tim Kuasa hukum korban pelecehan seksual dari Badan Bantuan Hukum Advokasi Rakyat (BBHAR) DPC PDI Perjuangan Kota Batu.
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-BATU – Belum ditahannya Ko Jul, terdakwa kasus pelecehan seksual membuat Badan Bantuan Hukum Advokasi Rakyat (BBHAR) DPC PDI Perjuangan Kota Batu angkat bicara.

Organisasi yang mendampingi korban pelecehan seksual ini berharap Ko Jul terdakwa yang telah melecehkan korban siswi SMA Selamat Pagi Indonesia (SPI) Batu segera ditahan.

Bacaan Lainnya
banner 1024x1366

BBHAR akan memberi dukungan Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Kejaksaan Negeri Kota Batu, dan Pengadilan Negeri Malang terhadap perkara yang menimpa korban pelecehan dari pemilik SMA SPI Batu, Julianto Eka Putra alias Ko Jul.

Berita Menarik Lainnya:  Kasus Kuras Duit Pakai ATM Korban, Reskrim Polres Kota Pasuruan Terapkan RJ

Ketua BBHAR DPC PDI Perjuangan Kota Batu, Kayat Hariyanto, menyatakan Sabtu 19 Februari 2022, korban dan saksi menandatangani surat kuasa khusus sebagai kuasa hukum.

“Selaku advokat dan atas nama moral juga rasa keadilan, sesuai Undang-undang nomor 18 tahun 2003 tentang Advokat, melalui BBHAR DPC PDIP Kota Batu ini memohon kepada negara yaitu Pengadilan Negeri Malang untuk dilakukan penahanan kepada terdakwa JEP atas perkara yang d dakwakan saat ini,” kata Kayat Haryanto saat dihubungi awak media, Senin (21/2/2022).

Terdakwa ini, lanjut Kayat, mestinya sudah layak ditahan atas nama moral serta rasa keadilan. Terkesan selama ini diabaikan oleh aparat jajaran Polda Jatim, Kejaksaan dan kini Pengadilan.

“Jangan mengira kami tidak paham Kitab Undang -undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) tentang penangguhan penahanan, namun ini masalahnya adalah moral serta rasa keadilan yang diabaikan Polda Jatim, Kejaksaan dan Pengadilan,” tegasnya.

Berita Menarik Lainnya:  Cek Bahan Peledak, Mobil Box dari Arah Mojokerto ke Jombang Distop

Rasa keadilan ini lanjut Kayat, penting untuk  diungkapkan dalam kaitan perkara yang sudah berjalan kurang lebih selama 9 bulan ini.

“Hukum boleh mengatur sedemikian rupa sehingga hak-hak setiap orang yang berhadapan dengan hukum dilindungi, namun dalam perkara ini berbeda, dan di sinilah moral serta hati nurani dipertaruhkan di depan rakyat Indonesia,” paparnya.

Kayat menambahkan, jika para penegak hukum yang memeriksa dugaan tindak pidana yang dilakukan Ko Jul kepada korban seharusnya bisa dipahami jika kasus ini sebagai ekstra ordinary crime moral.

“Jika ekstra ordinary crime moral bisa dipahami, maka kami yakin rasa keadilan pasti ditegakkan, karena perbuatan yang diduga dilakukan Ko Jul, sama persis yang dilakukan terpidana-terpidana lainnya di Indonesia ini bahkan diduga lebih kejam serta sangat merusak moral dan masa depan para perempuan yatim piatu itu,” ungkapnya.

Berita Menarik Lainnya:  Pemkab Bangkalan Kebut Vaksinasi Anak

Pihaknya yakin jika 10 Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Jatim dan Kejaksaan Negeri Batu mampu membuktikan dakwaannya.

“Kami yakin 10 JPU yang mengawal para korban ini akan sangat mampu membuktikan dakwaanya. Dan sekali lagi, BBHAR siap memberikan suport dari daerah hingga nasional,” imbuh adik kandung Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso ini.

Sebelumnya, Juru Bicara Pengadilan Negeri Malang Kelas 1A, Mohammad Indarto mengatakan bahwa JEP  didakwa dengan pasal alternatif atau beberapa pilihan dakwaan.

“Pasalnya bukan berlapis tapi dakwaan alternatif karena ada bedanya. Nanti dipilih dari sekian dakwaan itu mana yang dibuktikan dalam persidangan. Jadi beda, bukan dakwaan kumulatif,” ujar Indarto.

banner 600x310

Pos terkait

banner 1024x1280