KNPI se Madura Minta 5 Oknum Polisi Penembak Mati Herman Dipecat

KNPI se Madura Minta 5 Oknum Polisi Penembak Mati Herman Dipecat
Foto usai Pengurus KNPI se Madura Melakukan Konsolidasi.
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-SAMPANG – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) se Madura, mendesak Kepala Kepolisian Republik Indonesia dan Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur, memproses pidana dan memecat 5 oknum penembak mati Herman.

Pada Sabtu 19 Maret 2022, DPD KNPI se Madura, di kedai HK Jalan Trunojoyo nomor 5A Sumenep, konsolidasi dan membahas peristiwa kematian Herman, akibat ditembak polisi.

Bacaan Lainnya

Video penembakan itu viral disaksikan banyak warga Minggu, 13 Maret 2022 di Jalan Adirasa Desa Kolor Kabupaten Sumenep, oleh lima orang oknum Kepolisian Resort Sumenep.

Terlihat seorang warga belakangan diketahui bernama Herman, ditembak polisi bertubi-tubi memakai pistol. Herman terlihat terjungkal dengan luka tembak lebih dari lima.

Berita Menarik Lainnya:  Niagahoster Sukses Gelar WebSight 2022, Beri Insight Dunia IT dan Website

Herman, oleh polisi diduga sebagai begal. Dan saat hendak ditangkap melakukan perlawanan.

Belakangan banyak yang berempati kepada Herman, dan mendesak Mabes Polri terutama Polda Jatim mengevaluasi kinerja anggotanya agar citra Polri Presisi dapat dipercaya kembali menjadi penjaga ketertiban, penegakan hukum, perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.

Aying, Ketua DPD KNPI Sumenep, mengatakan perlu dilakukan penyikapan dan investigasi dari tim independen agar martabat polisi bisa kembali

“Kami hari ini berkumpul mendesak Kapolda Jatim untuk segera mengeluarkan hasil investigasi penembakan terhadap Herman. Jika didiamkan martabat polisi akan jatuh ke jurang kegelapan,” ujar Aying.

Selanjutnya, Ketua DPD KNPI Sampang Nurul Huda, mengatakan citra Polri harus dikembalikan nama baiknya dengan menghukum berat 5 oknum polisi sesuai Undang-undang yang berlaku.

Ads

“Kapolres Sumenep dan Kapolda Jatim dituntut untuk mengembalikan nama baik dan citra Polri dengan cara menegakkan hukum setegak-tegaknya kepada 5 oknum polisi penembak mati Herman dengan memberi sanksi seberat-beratnya berupa pemecatan dan memproses pidana sesuai pasal 338-340 KUHP,” tandasnya.

Berita Menarik Lainnya:  Bupati Terima Audiensi PD IPA Kabupaten Asahan

Tak kalah keras, Ketua DPD KNPI Pamekasan Ali Hosnan, menegaskan tindakan oknum kepolisian tersebut sudah melebihi batas kemanusiaan melanggar HAM dan implementasi UUD 1945.

“Tindakan lima oknum kepolisian pelaku penembakan yang membabibuta saudara kita “Herman” melanggar HAM sesuai tertuang pasal 28 a UUD 1945 bahwa setiap manusia berhak hidup,” pungkasnya.

Ditegaskan pula oleh Ketua DPD KNPI Bangkalan melalui Sekretaris Ahmad Mubarok, tindakan oknum kepolisian itu brutal dan melanggar Perkapolri nomor 8 tahun 2009.

Ads

“Oknum Polisi itu melangar HAM sesuai PK Polri nomor 8 tahun 2009, tentang Implementasi Prinsip dan Standar HAM dalam Penyelenggaraan Tugas Kepolisian,” tegasnya.

Sebelumnya, keluarga Herman warga Desa Gadu Timur, Kecamatan Ganding Sumenep dibantu aktivis GMNI Sumenep, berunjuk rasa ke Mapolres Sumenep, Kamis 17 Maret 2022.

Ada 6 tuntutan keluarga almarhum Herman, yang dibacakan Ketua DPC GMNI Sumenep Roby Nurrahman dan
ditandatangani Kapolres Sumenep AKBP Rahman Wijaya, SIK, SH, MH.

Berita Menarik Lainnya:  Masyarakat Diminta Waspada, Prokes Perketat, Omicron Belum Melonjak

6 Point Tuntutan Ditandatangani Kapolres

Pertama, Kapolres Sumenep harus mengklarifikasi dan meminta maaf secara terbuka kepada keluarga, dan kepada rakyat Indonesia untuk memulihkan nama baik Almarhum Herman dan keluarga.

Kedua, memecat dan pidanakan 5 (lima) oknum kepolisian yang membunuh Alm. Herman sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Ketiga, Polres wajib bertanggungjawab atas tindakan arogansi dari anggotanya yang tidak berperikemanusiaan, dan berkeadilan.

Keempat, Mendesak Polres Sumenep dan Polda Jatim melakulan transparansi dari proses dan hasil pemeriksaan, penyelidikan, dan penyidikan dari 5 anggota kepolisan yang membunuh Alm. Herman dalam bentuk berita acara yang disiarkan kepada publik.

Kelima, Komnas HAM tidak boleh menutup mata akan insiden penembakan yang terjadi pada 13 Maret 2022 lalu.

Keenam, Instansi Polri harus bertindak tegas pada anggotanya yang brutal dan mengabaikan asas kemanusiaan.

banner 1024x730

Pos terkait

banner 800x800