Ketua PWI Jatim Angkat Bicara Soal Kadisdikbud Pasuruan ‘Jagoan’

Ketua PWI Provinsi Jatim, Lutfi Hakim
Ketua PWI Provinsi Jatim, Lutfi Hakim
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM – SURABAYA – Menyusul ungkapan kebencian Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pasuruan, memaksa Ketua PWI Provinsi Jawa Timur, Luthfil Hakim, bicara.

Lutfil prihatin dengan ungkapan dari pejabat seperti Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pasuruan tersebut.

Bacaan Lainnya
banner 1920x1080

Redaktur Senior media Nasional ini, kemudian memberikan pengertian dan pemahaman bahwa wartawan itu adalah satu profesi yang dalam bertugas diatur oleh Undang – undang, yakni UU nomor 40 tahun 1999.

“Siapapun yang secara sengaja menghalangi, apalagi mengancam, bisa kena pasal Undang- undang Pers,” ujar Lutfhil Hakim.

Sementara itu, tindakan “ancaman” itu sendiri bisa kena pasal Undang- undang hukum pidana dan ujaran kebencian UU ITE.

Lutfhil Hakim, menyarankan bahwa sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan seharusnya menunjukkan sikap teladan yang baik.

“Karena dia ibaratnya sebagai representasi dunia pendidikan. Bukan sekadar mengejar populisme sesaat di hadapan anak buahnya dengan mengumbar kalimat dengan diksi yg tidak pantas,” tukas Lutfil.

Dia berharap semoga Kadispendik Hasbullah, segera menyadari perilakunya yang tidak pantas itu dan segera meminta maaf kepada pihak-pihak yang merasa dicemarkan nama baiknya.

“Soal ada upaya hukum dari pihak- pihak yang merasa dirugikan namanya, monggo saja dilakukan secara pribadi,” tandasnya.

Berita Menarik Lainnya:  Mencicipi Kuliner Warung Banjar Jombang, Pedasnya Sambal Gami Bikin Keringetan

PWI sebagai asosiasi sebaiknya tidak terlibat secara kelembagaan. Tapi semua terserah kepada pengurusnya di sana.

Dia juga meminta Bupati sebagai atasan langsung sebaiknya memberikan teguran secara terbuka, sebagai bukti bahwa apa yang diucapkan Kadispendik bukan sebagai kebijakan Bupati.

“Insya Allah profesi wartawan tugasnya bukan mengganggu, bahkan seharusnya bekerjasama dalam kerangka distribusi informasi yang mencerdaskan publik,” tegas Lutfil Hakim.

Jika memang ada oknum wartawan yang mengganggu institusi pendidikan, silakan saja laporkan ke pihak berwajib.

“Jangan gebyah uyah seolah profesi wartawan adalah pengganggu,” ujar Lutfil Hakim, yang baru dilantik Rabu, 12 Januari 2022 di Hotel Mercure Grand Mirama Hotel Surabaya oleh PWI Pusat ini.

Ujaran Kebencian

Sebelumnya, lontaran ujaran kebencian dan nada permusuhan yang dilontarkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pasuruan Hasbullah, viral. Selang beberapa jam. Bupati Pasuruan menegurnya.

Sekira pukul 20.40 WIB muncul video bernada permintaan maaf dari Hasbullah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang baru dilantik 17 Januari 2022 tersebut.

Video minta maaf itu direkam di ruangannya dengan background foto dan piagam Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan. Rekaman itu berdurasi 50 detik, diterima redaksi Beritabangsa.com.

Dalam pernyataannya di video ini, Hasbullah, memperkenalkan diri kemudian menceritakan bahwa dirinya juga telah ditegur oleh Bupati Pasuruan Gus Irsyad Yusuf.

“Saya ditegur Bupati agar tidak melakukan hal – hal yang bisa merugikan masyarakat,” ujarnya.

Berita Menarik Lainnya:  Gercep Khofifah Tinjau Waterpark Kenjeran Pasca Insiden Prosotan

Dia sedikit mengklarifikasi bahwa niatnya mengeluarkan statement itu adalah untuk memberi motivasi kepada Kepala Sekolah untuk memajukan dunia pendidikan di Kabupaten Pasuruan.

“Sekali lagi saya minta maaf,” ujarnya yang langsung ditutup.

Sebelumnya, reaksi keras bermunculan mulai dari ketidaklaikan menjabat hingga layaknya dicopot dari jabatan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Dia baru saja dilantik 17 Januari 2022, namun dalam pidatonya di depan pejabat dan kepala sekolah di salah sebuah pendapa Hasbullah, menunjuk nunjuk jarinya mengatakan jangan sampai menggangu sekolah di bawah naungannya. “Kalian akan mati, itu wartawan dan LSM yang ganggu sekolah awas ya, mati kalian,” ujarnya.

Pasca itu, Slamet A Maulana, Ketua Komunitas Jurnalis Jawa Timur (KJJT) meminta Bupati Pasuruan menarik kembali jabatan Hasbullah.

Dia menilai sosok pejabat seperti Hasbullah hanya akan rame ing suara tanpa kerja. Sebelum bekerja sudah berkoar dan main ancam profesi mulia, yakni wartawan.

Hasbullah kata Ade, tak ubahnya masyarakat biasa yang selama ini bekerja di area tak mementingkan status pendidikan dan kepangkatan.

“Seperti omongan preman di jalanan,” ujar Ade.

Ujaran kebencian Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan Hasbullah, yang mengancam mati wartawan, juga direaksi keras Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur.

Organisasi wartawan terbesar dan tertua di Indonesia ini menyatakan ujaran seorang pejabat aparatur sipil negara (ASN) tak patut dilontarkan.

Selain bernada bermusuhan juga bernada kebencian terhadap sebuah profesi mulia yakni wartawan, dan LSM. Tidak semua wartawan atau LSM yang mau diajak berperilaku preman seperti Hasbullah.

Berita Menarik Lainnya:  Rektor UINSA: Regulasi Pengeras Suara Masjid dan Musala Ada Sejak 1978

Salah satu tim advokasi PWI Jawa Timur Arie Yoenianto memberi nilai sangat buruk terhadap sikap Hasbullah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan.

Pernyataan Hasbullah itu merupakan ujaran permusuhan dan bibit anti kritik. “Itu sangat buruk, mencerminkan dirinya seorang pejabat yang buruk,” tukas Sama Oen, sapaan akrabnya, Rabu (19/1/2022).

Menurutnya, tulisan atau bentuk produk jurnalistik selama mematuhi etik atau tak memiliki niatan jahat, dipastikan merupakan bagian dari upaya untuk kebaikan.

“Bibit-bibit anti kritik seperti ini harus dilawan. Tidak semua kritik yang disampaikan pers itu selalu buruk, karena ada juga kritik yang membangun untuk kemajuan dan kebaikan dunia pendidikan di Pasuruan,” sergah Sam Oen.

Mantan Ketua PWI Pasuruan ini kemudian menegaskan kembali, bahwa bibit-bibit anti kritik seperti yang ditunjukkan Hasbullah, Kadis Pendidikan yang dilantik 17 Januari 2022 ini mesti dilawan.

Apalagi dalam ujarannya, Hasbullah telah menyebut profesi wartawan maupun LSM yang mengganggu pendidikan, akan mati.

“Kalau sudah mengancam, berarti dia mengedepankan tangan besi, atau mengajak permusuhan dengan lembaga profesi lain,” kata Sam Oen.

Sekadar diketahui, video pidato Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan Hasbullah viral dan menjadi perbincangan di media sosial. Dalam video, Hasbullah ucapkan ancaman mati terhadap wartawan dan LSM.

banner 600x310

Pos terkait