Kawasan Jalan Non PJU Pemicu Tingginya Angka Kriminalitas

PJU
Salah satu PJU yang terpasang di jalan nasional.
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-LUMAJANG – Anggota Fraksi Nasdem Kabupaten Lumajang, Harunur Rosyid, mengatakan kalau kawasan atau wilayah yang tanpa ada penerangan jalan umum (PJU) tinggi angka kriminalitas di Kabupaten Lumajang.

Minimnya Penerangan Jalan Umum (PJU) di jalur-jalur arteri menjadi salah satu faktor banyaknya aksi kejahatan di jalan.

Bacaan Lainnya
banner 800x800

“Ya itu, kurang PJU menjadi salah satu alasan meningkatnya angka kriminalitas seperti curas,” kata Harun, panggilan akrabnya.

Mayoritas kasus curas ini, kata wakil rakyat asal Kecamatan Tempeh, terjadi ketika malam hari.

Ads

“Jadi pengendara yang melewati lokasi yang minim PJU, menjadi sasaran empuk bagi pelaku pembegalan,” tambahnya.

Berita Menarik Lainnya:  AHY Apresiasi Pasar Santri Jember Pembangkit Ekonomi Pasca Pandemi

Oleh sebab itu, Fraksi NasDem, menyarankan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang untuk menambah fasilitas PJU di beberapa jalur arteri, sehingga pengendara merasa aman saat melintas.

“Kalau bisa memang Pemkab menambah PJU-PJU agar jalannya tidak gelap lagi, Dinas Perhubungan wajib menganggarkan akan hal tersebut,” ucap Anggota Komisi D ini.

Pantauan awak media, pihak kepolisian sendiri terus meningkatkan patroli di malam hari untuk menekan angka kasus kriminal jalanan (street crime) yang meningkat, dari tahun ke tahun.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Lumajang, Nugraha Yudha Mudiarto, saat ditanya soal pengganggaran PJU 2022, tidak memberikan jawaban.

“Terima kasih infonya nanti diperhatikan,” jawabnya melalui chat WhatsApp nya.

Berita Menarik Lainnya:  HUT ke-104 Kota Madiun, Gubernur Khofifah Naik VW Safari Keliling Kota Madiun

Pos terkait