Kasus Perusakan Hutan Sumber Takir Mencuat, Personel BUMDes Dirombak, Ada Apa?

Kasus Perusakan Hutan Sumber Takir Mencuat, Personel BUMDes Dirombak, Ada Apa?
Aliran mata air yang mengecil akibat sudetan pada sumbernya
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-LUMAJANG – Pasca dugaan perusakan hutan di kawasan Sumber Takir, Desa Jokarto, Kecamatan Tempeh, struktur personalia Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sumber Rejeki Jokarto, dirombak. Ada apa?

Tokoh masyarakat Desa Jokarto, Suriyo. menjelaskan pengurus BUMDes Sumber Rejeki Jokarto yang lama dan tidak sejalan dengan Kepala Desa (Kades) Jokarto diganti.

Bacaan Lainnya

“Ketua BUMDes yang lama, Kusen, sudah mundur beberapa waktu lalu karena hanya dijadikan pion saja oleh Kades Jokarto,” kata Suriyo, Senin (28/3/2022).

Berita Menarik Lainnya:  Angin Puting Beliung Terjang Lima Rumah Warga di Manyar

Menurut Suriyo, dalam kasus hutan petani Sumber Takir Desa Jokarto ini, banyak merugikan sejumlah pihak, mulai petani, dan ekosistem kawasan.

“Di dalam hutan banyak tanaman pohon jenis Bendo, yang tingginya bisa mencapai puluhan meter, tanaman rotan dan banyak lainnya,” ujarnya lagi.

Di hutan rakyat Sumber Takir Desa Jokarto itu, kata Suriyo, juga terdapat sumber mata air besar dan tanamannya rimbun. Sayangnya kini sudah mengecil dan tidak rimbun lagi.

“Sumber mata air sudah banyak yang ditutupi tanah sehingga mengecil, dan tanaman besar seperti kayu Bendo kena alat berat langsung roboh dan ditimbun sedalam 7 meteran, kalau butuh bukti harus dikeruk kembali,” tambahnya.

Ads

Dijelaskan lagi oleh Suriyo, kalau dia bersama sejumlah warga telah berkirim surat kepada Bupati Lumajang, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lumajang dan Polres Lumajang.

Berita Menarik Lainnya:  Kapolri Pastikan Kepolisian Awasi Distribusi dan Harga Migor

“Kami memberikan tenggang waktu selama 14 hari kepada para pihak tersebut, jika tidak ada jawaban maka kami akan melangkah lewat jalur lainnya,” imbuhnya.

Ada pula tokoh, Sujono, menyampaikan sejak dibangun hutan petani Sumber Takir Desa Jokarto, dia dan sejumlah petani sulit mendapatkan air untuk pengairan sawahnya.

Ads

“Sudah 5 tahun ini, tidak bisa pengairan sawah karena sumbernya mengecil. Selain sawah saya jadi korban, juga ada sawah milik Kanti, Bu Toton dan Kaji Sugi,” ungkapnya.

Memang kata Sujono, hutan Sumber Takir Desa Jokarto sudah nyaris gundul. Rindangnya tanaman dan suasana sejuk tidak ada lagi.

“Kalau zaman dulu, masuk ke dalam hutan ini siang hari terasa sudah sore hari, itu karena lebatnya tanaman . Belum lagi adanya sudetan dari sumber mata air itu membuat aliran air mengecil,” ucapnya lagi.

Berita Menarik Lainnya:  Pemkab Probolinggo Raih Kepatuhan Tinggi Standar Pelayanan Publik oleh Ombudsman RI

Sujono berharap, ada transparan dari Pemerintah Desa (Pemdes) Jokarto atau siapa saja yang mengelola Sumber Takir agar tidak terjadi kesalahpahaman terhadap masyarakat dengan Pemdesnya.

Sedangkan Kades Jokarto, Afifudin, saat dimintai keterangan melalui chat WhatsApp nya, seputar hal itu, belum menjawab hingga berita ini ditulis.

banner 1024x730

Pos terkait

banner 800x800