Kasus Keracunan Podoroto Jombang, Polisi dan Dinkes Ambil Sampel

Kasus Keracunan
Muntahan korban keracunan beserta telur mentah saat diamankan pihak kepolisian. (Foto: Fa'iz)
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-JOMBANG – Kasus keracunan nasi berkatan (kenduri) yang menimpa puluhan warga di Dusun Garu, Desa Podoroto, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, ditindaklanjuti aparat terkait.

Untuk mengetahui pasti penyebab keracunan, pihak kepolisian beserta petugas dari Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang mengambil sampel makanan dari rumah Eka Puji Astuti, pemilik hajat.

Bacaan Lainnya

Sekira pukul 11.20 WIB, pihak kepolisian beserta petugas puskesmas dan Dinkes Jombang tiba di tempat kejadian perkara (TKP). Petugas tanmpak langsung mengecek lokasi sumber air untuk masak dan tempat masak.

Berita Menarik Lainnya:  Indahnya Kebersamaan, Kapolres Jombang Penuhi Permintaan Tahanan, Bukber dengan Menu Spesial

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Jombang, Haryo Purwono mengatakan sedikitnya ada 3 macam jenis sampel yang diambil untuk diuji di laboratorium.

“Untuk pengambilan sampel, kami yang ada cuma telur meskipun yang masih mentah, kemudian ada muntahan, dan air,” ujar Haryo Purwono kepada awak media pada Sabtu (14/5/2022) siang.

Sementara ini sampel yang sudah diambil masih diamankan di Puskesmas Kesamben. Guna mengetahui hasilnya, pihaknya memohon waktu menguji sampel hingga pekan depan.

Ads

“Mohon waktu dulu ya untuk kepastiannya, mungkin butuh waktu satu mingguan. Tapi karena jarak waktu makan dengan gejala ini agak panjang, mungkin bakterinya salmonila dan soltofokush. Tapi kita masih cari tahu lebih dalam lagi,” pungkasnya.

Berita Menarik Lainnya:  Rembuk Stunting, Bupati Bondowoso: Stunting Tanggungjawab Bersama

Masih di tempat yang sama, Kapolsek Kesamben AKP Achmad mengaku baru menerima laporan keracunan massal itu pada Jumat (13/5) pukul 20.30 WIB. Pihaknya pun menggali keterangan dari para saksi dan mengumpulkan sejumlah bukti.

Ads

“Kemarin malam begitu kami dapat informasi, kami cek ke Puskesmas dan TKP. Kami amankan dua butir telur yang belum dimasak dan muntahan pasien,” tuturnya.

Puluhan Warga Keracunan

Sampel muntahan korban rencananya akan diteliti di laboratorium Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang. Menurut Achmad, saat ini terdapat 12 korban yang masih menjalani rawat inap di Puskesmas dan rumah sakit.

“Per jam 2 dini hari tadi ada 9 korban di Puskesmas Kesamben, 3 di RSI Sakinah, Mojokerto. Kondisi korban rata-rata mengalami mual, muntah dan diare,” imbuhnya.

Berita Menarik Lainnya:  Ketua PWI Jatim Angkat Bicara Soal Kadisdikbud Pasuruan 'Jagoan'

Berdasarkan data yang diterima oleh Beritabangsa.com, terdapat 35 orang diduga keracunan melakukan rawat jalan. 9 orang dirawat di Puskesmas Kesamben Jombang dan 3 pasien lainnya dirawat di Rumah Sakit Sakinah Mojokerto.

banner 1024x730

Pos terkait

banner 800x800