Jembatan Ambrol, Pemkab Probolinggo Siapkan Langkah Taktis

Pemkab Probolinggo memastikan akan menyiapkan skema taktis atas ambrolnya jembatan gantung pada Jumat, (09/09/2022)
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM – PROBOLINGGO – Ambrolnya jembatan gantung di Kabupaten Probolinggo, membuat pemerintah setempat langsung turun tangan.

Jajaran Pemkab Probolinggo langsung melakukan asesmen dalam rangka penanganan jembatan gantung yang ambruk, Jumat (09/09/2022).

Bacaan Lainnya
banner 1024x1366

Dalam kesempatan itu,Pemkab Probolinggo dipimpin Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Ahmad Hasyim Ashari bersama sejumlah Kepala OPD terkait di lingkungan Pemkab Probolinggo.

Hasyim juga menyampaikan semua korban sudah ditangani dengan baik di Puskesmas Pajarakan dan RSUD Waluyo Jati Kraksaan.

Berita Menarik Lainnya:  Pungli BLT Migor, Perangkat Desa Gumulan Jombang Didemo Warga

“Informasi ada korban jiwa itu tidak benar. Untuk yang dirawat di puskesmas maupun rumah sakit kami usulkan gratis karena ini musibah,” jelasnya.

Menurut Hasyim, kejadian ini berawal dari kegiatan kegiatan jalan sehat yang dilakukan oleh puluhan siswa SMPN 1 Pajarakan. Ketika sampai di tengah jembatan, mereka berhenti dan jembatannya digoyang-goyang.

“Karena kondisinya sudah tergerus dan kemampuannya sudah menurun dengan beban yang ada di jembatan yang melebihi kapasitas, akhirnya jembatan gantung ini ambruk. Nanti akan kami laporkan kepada pimpinan agar jembatan gantung ini bisa segera diperbaiki menggunakan dana BTT karena akses masyarakat Desa Kregenan dan Pajarakan Kulon,” terangnya.

Berita Menarik Lainnya:  Pernyataan Mursyid Shiddiqiyah Malah Rugikan Pesantren

Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Probolinggo Hengki Cahjo Saputra mengungkapkan berdasarkan informasi dari masyarakat jembatan gantung tersebut dibangun oleh desa.

“Untuk langkah-langkah penanganan masih dilakukan asessmen. Dari asesmen ini nanti diperhitungkan kebutuhan anggarannya dan akan dikoordinasikan menggunakan dana BTT. Harapannya secepatnya bisa dilakukan penanganan dan perbaikan,” pungkasnya.

40 Siswa dan 1 Guru Terjun

Seperti diketahui, saat jembatan gantung yang berada di Desa Kregenan,Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo,putus pada Jumat (09/09/2023) pagi. Akibatnya 40 siswa dan satu guru dilaporkan terjun ke sungai.

BPBD Kabupaten Probolinggo, dari jumlah korban semuanya mengalami luka ringan tersebut 13 orang dirujuk ke RS Waluyo Jati.

Berita Menarik Lainnya:  Rekrutmen Khusus TNI AD Jalur Santri dan Lintas Agama

“Sebanyak 13 korban yang terdiri dari 12 siswa dan sat guru dirujuk ke RS Waluyo Jati walaupun luka ringan,” jelas Manajer Pusdalops BPBD Probolinggo , Aris Setyawan.

Dugaan sementara penyebab jembatan gantung ini putus, kata Aris, adalah over capacity (kelebihan kapasitas).

“Terlalu banyak yang melintas dan bertahan di tengah jadi jembatan tidak kuat menahan beban, sampai di tengah ada yang goyang-goyang. Jembatannya kecil memang, bentang jembatan 30 meter, lebar 1,5 meter tadi kayaknya over load, kebanyakan yang di atas jembatan,” pungkasnya.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.com

banner 600x310

Pos terkait

banner 1024x1280