Ikuti Pertamina, Harga LPG Nonsubsidi di Probolinggo Juga Naik

Ikuti Pertamina, Harga LPG Nonsubsidi di Probolinggo Juga Naik
Naiknya harga LPG nonsubsidi oleh Pertamina, diikuti juga dengan kenaikan harga di Kota Probolinggo, Jawa Timur.
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-PROBOLINGGO – PT Pertamina (Persero) melalui anak perusahaannya, PT Pertamina Patra Niaga resmi menaikkan harga liquid petroleum gas (LPG) nonsubsidi.

Naiknya harga LPG bagi kalangan ekonomi menengah ke atas itu, juga terjadi di beberapa daerah termasuk Kota Probolinggo.

Bacaan Lainnya
banner 1024x1366

Berdasarkan pantauan beritabangsa.com, Senin (28/02/2022), sejumlah agen LPG mulai menggunakan tarif baru. Seperti di Jalan Hasyim Asy’ari, Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo.

Berita Menarik Lainnya:  Ini Kronologi Bonek yang Berhasil Menangkap Perampoknya

Harga LPG nonsubsidi untuk ukuran 5,5 kilogram naik menjadi Rp86 ribu, sebelumnya Rp74 ribu. Begitu juga dengan ukuran 12 kilogram, jika sebelumnya hanya Rp164 ribu, kini menjadi Rp188 ribu.

“Naiknya mulai kemarin, tentunya kita selalu agen menyesuaikan dengan harga tersebut,” ucap Maria, salah satu agen LPG di Kota Probolinggo.

Bagi Maria, hal itu merupakan penyesuaian dengan kebijakan. Pihaknya pun tetap memberi pelayanan terbaik agar pelanggan tetap membeli di tempatnya.

“Tapi tadi sempet ada yang beli LPG nonsubsidi, namun karena naik sampai tidak jadi beli mungkin masih mengira pakai harga lama,” jelasnya.

Berita Menarik Lainnya:  Kena Tilang Elektronik di Surabaya, Download Aplikasi SKRIP Aja

Dalam sehari, LPG nonsubsidi yang ia jual bisa laku sampai 50 tabung. Namun itu bervariasi, baik yang ukuran 5,5 kilogram maulum 12 kilogram.

“Kita sih berharap harganya stabil aja, namun dibarengi dengan stok yang cukup. Biar pelanggan tidak kesusahan cari LPG,” harapnya.

Seperti diketahui, harga LPG nonsubsidi naik sejak Minggu, (27/02/2022) kemarin. PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya PT Pertamina Patra Niaga, menjelaskan jika kenaikan itu menyesuaikan dengan harga minyak dan gas bumi di pasar global.

Menurut Sekretaris Perusahaan Pertamina Patra Niaga Irto Ginting mengatakan kebijakan harga baru itu berlaku untuk seluruh produk elpiji nonsubsidi pada 27 Februari 2022.

Berita Menarik Lainnya:  Grill Saluran Air Tanjungsari Raib, Bahaya Ancam Pejalan Kaki

“Penyesuaian ini dilakukan mengikuti perkembangan terkini dari industri besar minyak dan gas,” ujarnya dalam keterangan di Jakarta.

Irto menjelaskan harga kontrak Aramco (CPA) kini mencapai 775 dolar AS per metrik ton atau naik sekitar 21 persen dari harga rata-rata CPA sepanjang tahun lalu.

Dengan adanya penyesuaian tersebut, maka harga elpiji nonsubsidi yang berlaku saat ini Rp15.500 per kilogram. Pertamina menyatakan telah mempertimbangkan kondisi penyesuaian harga serta kemampuan pasar elpiji non subsidi.

banner 600x310

Pos terkait

banner 1024x1280