Harga Minyak Naik, Toko Migor di Lumajang Masih Banyak Jual di Atas HET

Harga Minyak Naik, Toko Migor di Lumajang Masih Banyak Jual di Atas HET
Ilustrasi sejumlah minyak goreng yang dipajang di salah satu supermarket sebelum diserbu masyarakat.
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-LUMAJANG – Tingginya harga minyak goreng di pasaran Kabupaten Lumajang, sangat dikeluhkan oleh sejumlah Usaha Menengah Kecil Mikro (UMKM). Meskipun sejumlah operasi pasar terus menerus dilakukan, namun hal itu masih saja tidak bisa mengatasi persoalan tersebut.

Harga minyak goreng di pasaran terpantau kisaran Rp16 ribu sampai dengan Rp20 ribu perliternya, dan itupun stoknya juga sangat terbatas.

Bacaan Lainnya
Berita Menarik Lainnya:  Pendamping PKH-BPNT Nakal Perlu Diberi Shock Therapy

“Di wilayah Kecamatan Tempursari untuk 2 liter minyak goreng seharga Rp32 ribu,” ujar pelaku UMKM asal Tempursari, Riffa kepada media ini.

Malahan, kata Riffa, untuk minyak goreng merek tertentu, harganya mencapai Rp40 ribu.

Padahal, hasil dari sidak Bupati Lumajang, Thoriqul Haq bersama Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro (Dinkop UM) Kabupaten Lumajang, Suharwoko, menyatakan harga minyak goreng harus sesuai harga eceran tertinggi (HET) aturan pemerintah, yaitu Rp14 ribu perliternya.

“Jangan sampai dijual di atas harga yang ditetapkan pemerintah ya,” kata Bupati Lumajang kala itu.

Berita Menarik Lainnya:  Launching BMTNU Jambesari Gerakan Ekonomi Umat

Dalam kesempatannya, Cak Thoriq, panggilan akrab Bupati Lumajang, mengutarakan kalau Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang melalui Dinas Koperasi UM akan melakukan operasi pasar guna menekan harga yang tinggi di pasaran.

“Nanti pasti akan ada operasi pasar, menunggu dari pihak produsen, kapan datangnya minyak gorengnya,” papar politisi PKB ini.

Bahkan untuk pemilik Industri Kecil Menengah (IKM) Lumajang, sudah mendapatkan pasokan minyak goreng industri sebanyak kebutuhan mereka, dari pihak Dinas Perdagangan Kabupaten Lumajang.

“Alhamdulillah kami terbantu dari Dinas Perdagangan, yang sudah mencarikan produsen minyak goreng untuk kebutuhan industri,” ungkap salah satu IKM Lumajang, Rochimawati kepada awak media, Selasa (1/3/2022).

Berita Menarik Lainnya:  Bupati Gresik Apresiasi KKN Mahasiswa Unusa

Dikatakan Atiek, panggilan akrab pengusaha sambel telo dan jajanan tradisional ini, menjelaskan lagi kalau para pelaku IKM sudah terbantu pasokan minyak gorengnya.

“Bulan Maret ini juga akan ada pasokan lagi bagi IKM yang masih membutuhkan minyak goreng,” pungkasnya.

Sampai hari ini, minyak goreng masih bisa dikatakan langka, sebab kalau ada yang harga Rp14 ribu per liter pasti akan habis terjual dalam hitungan menit.

banner 600x310

Pos terkait

banner 1024x1280