Harga Jual Sapi di Jombang Alami Penurunan Akibat PMK, Peternak Merana Jelang Idul Adha

Kondisi pasar hewan di pasar Wage Desa/Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang
Kondisi pasar hewan di pasar Wage Desa/Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-JOMBANG – Meluasnya wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) berdampak terhadap perekonomian warga. Seperti yang diungkapkan oleh sejumlah peternak dan pedagang sapi di pasar hewan Desa/Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang.

Mereka merana karena imbas wabah PMK. Hal itu dirasa setelah mengetahui harga jual sapi alami penurunan. Tak hanya itu saja, mereka mengalami sepi pembeli padahal di waktu tak lama lagi akan ada perayaan hari raya kurban atau Idul Adha 2022.

Bacaan Lainnya

Seperti yang dialami Sudarji (60) salah satu pedagang sapi saat berada di kawasan pasar hewan Kabuh, Jombang. Kata dia, harga sapi terus menurun. Tak tanggung-tanggung, hingga kini saat operasi pasar sapi, rata-rata per ekor sapi pedet miliknya turun harga hingga Rp1 juta.

Berita Menarik Lainnya:  Safari Jumat, Bupati Bondowoso Ajak Warga Kasemek Pererat Silaturahmi

“Sangat berdampak wabah ini kepada kami. Apalagi sebentar lagi hari raya, sedangkan sekarang saja harga jual sapi sudah menurun gak karuan. Biasanya per ekor sapi ini harganya 8 juta, sekarang turun jadi 7 juta,” jelas pedagang warga Desa Tunggorono, Kabupaten Jombang ini pada Jumat (13/5/2022) pagi.

Terdapat 4 ekor sapi yang dibawa Sudarji ke pasar Wage ini, semuanya pedet atau anak sapi yang usianya masih muda. Keempat sapi tersebut dibawa dengan kendaraan mobil pikap , setelah dinyatakan lolos serta aman dari wabah PMK oleh petugas mantri hewan, lantas dipasarkan.

Ads

Kendati demikian, sapi-sapinya tak laku dan belum dapat tukaran. Menurutnya rata-rata para pembeli sapi kini sedang panik atau ketakutan. “Sepi Mas, cuma bawa 4 saja. Ya memang, pembeli sekarang banyak yang ragu dan takut mau beli sapi,” katanya.

Berita Menarik Lainnya:  HKTI Lumajang Terima Laporan Oknum Peras Kios Pupuk

Sementara sejumlah hewan peliharaannya sudah dilakukan perawatan dengan baik dan total. Diceritakan Sudarji, mulai sejak awal Mei 2022 ini rutin melakukan pengecekan kebersihan kandang dan mengetahui kondisi sapi setiap hari.

“Ya takut saja Mas, kena penyakit ini. Lah wong kabarnya sapi-sapi bisa sakit dan mati, makanya tiap hari kami cek. Agar tetap sehat dan aman,” tandasnya.

Ads

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Jombang Agus Susilo Sugioto menjelaskan bahwa petugas dinas sudah melakukan sidak cegah wabah PMK di pasar Wage Kabuh, Jombang ini. Selain sidak dan lakukan memberikan imbauan, petugas juga membatasi jumlah sapi yang masuk ke pasar hewan tersebut.

“Alhamdulillah pasar sapi pada hari ini aman dan lancar. Kami luncurkan petugas untuk melakukan pemeriksaan di pintu masuk ini, hasilnya ada seekor sapi dari Lamongan yang tidak bisa masuk. Lantaran saat dicek sapinya, suspek PMK,” tuturnya kepada awak media.

Berita Menarik Lainnya:  Colabora Kafe Bernuansa Spanyol Digandrungi Kaum Milenial

Meski begitu, tim Satgas dipastikan Agus tetap berjalan dan bertugas untuk melakukan pengecekan setiap hari. Selain melakukan pengecekan terhadap sapi yang suspek PMK, dikatakannya sapi juga akan diberikan vitamin untuk tahap penyembuhannya.

“Jadi, kami tetap berupaya sesuai arahan dari Pemprov melalui surat edarannya. Yang kami minta cuma, jangan jual sapi dalam kondisi sakit. Akan tetapi laporkan kepada kami, maka dari tim nanti ke lokasi untuk menindaklanjuti. Tetap tenang,” bebernya.

“Memang, berdasarkan laporan yang kami terima bahwa dari wabah PMK ini berdampak terhadap perekonomian warga. Tapi kami tetap berupaya untuk menangkalnya, agar Jombang aman dari wabah PMK,” pungkasnya.

banner 1024x730

Pos terkait

banner 800x800