GMNI Desak Kapolri Copot Kapolda Jatim

Fatkul Bari, Ketua DPD GMNI Jatim

BERITABANGSA.COM-SURABAYA– Pasca tragedi kemanusiaan dalam sepak bola di Stadion Kanjuruhan Malang, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jawa Timur, meminta Kepala Kepolisian RI Jenderal Listyo Sigit mencopot Kepala Polda Jatim, Irjen Pol Nico Afinta.

Pasalnya, tragedi kemanusiaan 129 nyawa melayang, dan kemungkinan bertambah lagi itu tak bisa dianggap enteng. Bahkan tak bisa dibiarkan begitu saja.

Bacaan Lainnya
Berita Menarik Lainnya:  Gelar Donor Darah, PWI Bondowoso Siap Berkontribusi untuk Pembangunan Daerah
banner 1920x1080 banner 1000x680

Nyawa ratusan remaja, anak muda usia produktif kehabisan napas dan sesak napas karena gas air mata yang diluncurkan Polri adalah kesalahan.

Tragedi 129 orang tewas dalam kericuhan usai pertandingan di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur sangat memilukan.

Kronologis yang diungkap beberapa saksi saat usai pertandingan suporter Arema memasuki lapangan. Untuk membubarkan suporter di lapangan Polisi menggunakan tembakan gas air mata sehingga para suporter banyak yang sesak napas dan banyak yang pingsan.

Berita Menarik Lainnya:  Mantab! Jatim Terima Penghargaan dari Kemendagri

Tindakan polisi gegabah itu, menurut Ketua Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Provinsi Jawa Timur Bung Fathul Bari, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo seharusnya tegas kepada Kapolda Jatim. Kasus Kanjuruhan Malang adalah kesalahan komando, Kapolda.

Ketua DPD GMNI Jawa Timur itu meminta Kapolri untuk mencopot Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta. “Tindakan dari aparat kepolisian telah keterlaluan karena tidak memperhatikan keselamatan para suporter. Harusnya aparat kepolisian bisa lebih kooperatif dalam menangani situasi. Kapolri harus bertindak tegas terkait kejadian ini, ” tegas Bari.

Berita Menarik Lainnya:  Upaya Keras Melawan Kanker, Kuatkan Sinergi Layanan Papsmear

Menurutnya tindakan perlu dilakukan tersebut sebagai bentuk ketegasan yang perlu dilakukan oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

“Sebagai bentuk ketegasan sikap Kapolri atas kejadian ini dan sesuai apa yang pernah disampaikan Kapolri kalau tidak bisa membersihkan ekor maka kepalanya yang saya potong. Buktikan Pak, Copot saja Kapolda Jatim,” pungkasnya.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.com

banner 600x310

Pos terkait

[masterslider id="23"]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *