Duh, Stok Makanan Warga Terdampak Banjir di Trawasan Jombang Habis

Duh, Stok Makanan Warga Terdampak Banjir di Trawasan Jombang Habis
Salah satu warga terdampak banjir di Desa Trawasan, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang yang mengaku kelaparan. (Foto: Fa'iz)
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-JOMBANG
Dua hari dalam kepungan banjir, membuat aktivitas warga Desa Trawasan, Kecamatan Sumobito, Jombang, terhenti. Isolasi banjir dengan ketinggian air setinggi dada orang dewasa ini juga membuat sejumlah warga kehabisan stok bahan makanan.

Untuk makan saja dia mulai kesulitan. Sementara bantuan yang diterima hanya kala pagi hari, sementara di siang hari tidak ada sama sekali.

Bacaan Lainnya
banner 1024x1366

Salah satu warga RT 1 RW 2, Desa Trawasan, Kecamatan Sumobito, Jombang, Titik Lely Zakiyah (40) misalnya. Titik mengaku, sudah dua hari ini belum juga ada bantuan yang ia terima. Ia berharap ada bantuan berupa sembako, agar bisa dimasak di rumah.

Berita Menarik Lainnya:  364 Siswa SMA Taruna Nusantara Bertandang ke Grahadi, Apa Tujuannya ?

“Makan kami seadanya, tidak ada toko yang jual. Stok sudah habis. Kalau beli ya jauh. Ini stok logistik di rumah tinggal dimakan sehari saja,” terangnya.

“Gak ada bantuan sama sekali. Kalau perlu ya minta bantuan makan sama apa gitu, mi atau minyak gitu,” imbuhnya.

Tidak ada toko buka di desa terdampak banjir selama 2 hari ini. Sementara warga mulai mengeluh kekurangan bahan makanan untuk bertahan hidup di rumah yang kondisinya terendam banjir.

“Ini sudah dua hari banjir. Hari Kamis belum masuk rumah, Jumat malam airnya sudah masuk rumah. Ini airnya sudah sepinggang,” ujar warga RT 1 RW 2, Titik Lely Zakiyah (40) ditemui di rumahnya.

Meski dua hari rumahnya dilanda banjir, namun Titik memilih tidak mengungsi. Perempuan ini terlihat tetap bertahan di rumah dengan suaminya dan satu orang yang katanya itu anak kandungnya.

Pada Jumat (11/3/2022) siang, cuaca di kawasan terdampak banjir Desa Trawasan, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang terlihat mendung. Debit air sungai yang meluap dari sungai Ngotok Ring Kanal itu, masih belum surut setinggi dada orang dewasa.

Berita Menarik Lainnya:  Piramida Pertegas Wartawan Itu Mitra Kerja Polri

Hal serupa dilakukan Mardia (40), warga RT 2 RW 1 Dusun Gebangsari, kini mengandalkan makanan seadanya selama 2 hari ini.

Ia juga menyebut, belum ada bantuan yang diterimanya selama banjir melanda rumahnya.

“Ya susah, makan seadanya di rumah. Bantuan juga belum ada. Ya berharal dapat bantuan makanan,” ucapnya.

Kepala Desa Trawasan Kaisar Asadi mengatakan, posko bencana banjir sudah mulai ia dirikan di Kantor Desa pada Jumat (11/03/2022) pagi.

Di dalam posko bencana ini juga didirikan dapur umum untuk suplai makanan kepada warganya.

Makanan dari dapur umum telah dikirim ke warga sebanyak 350 bungkus nasi sekitar pukul 16.00 WIB.

“Satu-satunya jalan ini mendirikan dapur umum dari desa sendiri,” tandasnya.

Berita Menarik Lainnya:  Refleksi Harlah Pancasila 1 Juni, GMNI Bedah Film 'Ketika Bung di Ende'

Kaisar mengaku, belum ada bantuan dari pemerintah daerah sejak kemarin. “(Bantuan dari Pemkab Jombang, red) Belum. Harapan pemerintah desa ya barangkali pemerintah daerah mau bantu ya silakan,” pungkasnya.

Sementara pihak BPBD Jombang telah menggelontorkan bantuan logistik dengan cari door to door menemui warga yang bertahan di rumah mereka.

Sekretaris Desa Trawasan Maulidia mengatakan, terdapat 350 nasi kotak serta minuman telah disalurkan.

“Insya Allah sudah dapat semua bantuannya. Ada 350 nasi dengan minumannya sudah diberikan kepada warga terdampak banjir. Kami mendatangi secara langsung di rumah warga, mengenakan perahu karet ini. Karena kedalaman air masih tinggi,” katanya.

Namun saat disinggung soal apakah bantuan akan terus diberikan kepada warga terdampak banjir, pihaknya tidak bisa menjelaskan secara detail dan pasti.

“Mungkin berlanjut, tapi belum tahu juga ya Mas. Ya berharap semoga air segera surut saja,” pungkasnya.

banner 600x310

Pos terkait

banner 1024x1280