DPR Sahkan RUU Perlindungan Data Pribadi

Rapat Paripurna
Salah satu rapat paripurna di DPR RI (foto: nawacita.co)
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-JAKARTA- Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Selasa (20/9/2022), mengesahkan Rancangan Undang-undang Perlindungan Data Pribadi (RUU PDP) dalam Rapat Paripurna kelima Masa Persidangan I tahun sidang 2022-2023.

Seperti yang dikutip dari ID-Times, RUU itu disahkan setelah seluruh peserta sidang menyetujui pengesahan RUU itu menjadi Undang-undang (UU).

Bacaan Lainnya
Berita Menarik Lainnya:  Jaga Keragaman untuk Persatuan, Bupati Syukuran dengan BKAG
banner 1024x1366

Demikian disampaikan oleh Wakil Ketua DPR Lodewijk F Paulus yang memimpin jalannya rapat paripurna.

“Apakah rancangan Undang-undang tentang perlindungan data pribadi dapat disetujui untuk disahkan menjadi Undang -undang?” tanya Lodewijk.

“Setuju,” jawab para peserta sidang.

Wakil Ketua Komisi I DPR Abdul Kharis Almasyhari mengatakan, beleid baru ini menjadi payung hukum bagi warga negara dalam perlindungan data pribadi.

“RUU tentang PDP benar-benar jadi landasan hukum yang kuat dan memastikan bahwa negara menjamin dan memastikan perlindungan data pribadi warganya,” tukasnya.

Berita Menarik Lainnya:  Prodi PPG UNUSA Raih Akreditasi B

Dalam RUU yang telah resmi menjadi UU itu dijelaskan bahwa ada dua jenis data pribadi, yakni yang bersifat spesifik dan data pribadi yang bersifat umum.

Hal ini diatur pada pasal 4 ayat (1) UU yang berisi 16 bab dan 76 pasal itu.

“Data pribadi terdiri atas data pribadi yang bersifat spesifik dan data pribadi yang bersifat umum,” demikian bunyi pasal 4 ayat (1).

Pasal 4 ayat (2) menjelaskan bahwa data pribadi yang bersifat spesifik meliputi tujuh hal, yakni data dan informasi kesehatan, data biometrik, data genetika, catatan kejahatan, data anak, data keuangan pribadi dan/atau data lainnya sesuai ketentuan peraturan perundang- undangan.

Berita Menarik Lainnya:  Bupati Bondowoso Beri Bantuan 10 Juta untuk Renovasi Masjid di Sulek

Sementara pasal 4 ayat (3) menjelaskan bahwa data pribadi yang bersifat umum meliputi enam hal, yakni nama lengkap, jenis kelamin, kewarganegaraan, agama, status perkawinan, dan/atau data pribadi yang dikombinasikan untuk mengidentifikasi seseorang.

>>> klik berita lainnya di news google beritabangsa.com

banner 600x310

Pos terkait

banner 1024x1280