DPC Madas Surabaya: Tidak Ada Anggota Ikut Demo di Suka-suka

Keterangan foto : Tangkapan layar video yang menayangkan sejumlah orang dengan atribut Madas melakukan aksi unjuk rasa di karaoke Suka-suka Wiyung Surabaya Barat.
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-SURABAYA – Dewan Pimpinan Cabang Madura Asli (DPC Madas) Kota Surabaya membantah tudingan anggotanya unjuk rasa di karaoke Suka-suka di Surabaya Barat,Selasa (25/1/2022) sore .

Video yang menayangkan sejumlah orang dengan atribut Madas melakukan aksi unjuk rasa di karaoke Suka-suka Wiyung Surabaya Barat itu dinilai merusak kondusivitas Kota Surabaya dan mencemarkan maruah orang Madura.

Bacaan Lainnya
Berita Menarik Lainnya:  Bersama Ning Ema, Petani di Jombang Makmur dan Tanaman Subur
banner 1920x1080

“Kami sampaikan dengan tegas bahwa anggota Madas Surabaya dan semua DPAC tidak ikut serta dalam aksi tersebut. Aksi tersebut hanya dilakukan oknum yang ingin memecah belah Madas dan mengganggu ketertiban Kota Surabaya,” kata Ketua DPC Madas Surabaya Ali Wefa dikonfrimasi Beritabangsa.com, Selasa (25/1/2022) malam.

Diduga aksi tersebut dilakukan karena adanya aksi pemukulan anggota TNI kepada salah satu wartawan Metro Liputan 7 di karaoke Suka-suka, Wiyung Surabaya Barat.

Berita Menarik Lainnya:  Aksi 5 Tersangka Halangi Polisi Ngaku Arahan Pesantren

“Kami juga belum tau secara detail terkait terjadinya pemukulan tersebut. Hanya saja, tadi saya dikabari kalau ada anggota Madas unjuk rasa di karoke tanpa adanya duduk perkara yang jelas,” jelasnya.

Keterangan foto : Ketua DPC Madas Surabaya Ali Wefa.

Wefa menegaskan bahwa aksi unjuk rasa tersebut dilakukan oleh sebagian oknum yang ingin merusak dan memecah belah organisasi Madas.

Ia bahkan mengklaim terkait adanya oknum yang mencari kepentingan melalui tunggangan Madas.

“Jika memang benar adanya dugaan pemukulan, seharusnya dilakukan tabayyun terlebih dahulu. Dan kita selesaikan secara kekeluargaan dengan pihak yang terkait. Jangan-jangan memang ada yang ingin merusak Madas,” ujarnya.

Berita Menarik Lainnya:  Diduga Sopir Ngantuk, Truk Tangki Muatan Solar di Tol Jomo Terguling

Wefa berharap aksi tersebut tidak terulang kembali oleh anggota Madas lainnya. Sebab, aksi tidak bertanggung jawab tersebut dapat merusak maruah orang Madura yang dikenal berbudi luhur tinggi.

“Saya berharap, ke depan tidak ada kejadian seperti lagi. Karena hal itu dapat merusak martabat orang Madura dan dicap masyarakat bahwa orang Madura anarkis,” pungkasnya.

banner 600x310

Pos terkait