Demo Mahasiswa di Jombang Bentrok dengan Polisi

Sejumlah mahasiswa di Jombang, ketika lakukan pembakaran saat aksi unjuk rasa di depan kantor DPRD Jombang.
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-JOMBANG – Belasan mahasiswa Jombang bentrok dengan aparat kepolisian, dalam aksi demo penolakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Aksi saling dorong mahasiswa melawan aparat kepolisian terjadi di Jalan KH Wahid Hasyim Jombang, tepatnya di halaman kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jombang, Kamis (1/9/2022) siang.

Bacaan Lainnya
banner 1024x1366

Aksi mahasiswa ini diawali dari depan halaman Universitas Darul Ulum Jombang. Mereka long march berjalan kaki, sembari membentang poster bernada protes.

Begitu tiba di jalan KH Wahid Hasyim Jombang, para demonstran dikawal oleh sejumlah pihak kepolisian sekira pukul 12.10 WIB, sejumlah mahasiswa ini tiba di halaman kantor wakil rakyat. Mereka serentak menyanyikan lagu “buruh tani mahasiswa”.

Berita Menarik Lainnya:  Bikin Susah Kiai, Keluarga Bakrie Group Belum Lunasi Tanah Wakaf untuk Pondok

Tak lama berselang, sejumlah pihak kepolisian berjumlah 20 an lebih berjaga mengamankan situasi aksi, dan arus lalulintas sehingga sempat macet cukup panjang.

Ada 12 orang mahasiswa, berorasi. Salah satunya Abdul Hasan. Aksinya dimaksudkan untuk menolak rencana pemerintah untuk menaikkan harga BBM.

“Kami mahasiswa dan rakyat menuntut agar pemerintah tidak menaikkan harga BBM. Dampak kebijakan itu akan menghempas rakyat kecil. Pemerintah yang enak, hanya senyam-senyum di kursi,” ujarnya.

Dampak kenaikan BBM akan menyengsarakan rakyat. Sejumlah mahasiswa ini meminta pemerintah menggagalkan rencana menaikkan harga BBM dan bahan pokok.

“Tawaran solusi dari kami adalah pemerintah harus mengerti masyarakat kecil. Jangan ada aturan tidak sesuai harapan masyarakat, apalagi menyengsarakan,” katanya.

Berita Menarik Lainnya:  Pameran Foto Bencana Erupsi Gunung Semeru Raih Apresiasi ANRI

Bentrok Ricuh Saling Dorong

Di saat aksi berlangsung, peserta aksi mulai memanas. Apalagi ban bekas yang akan dibakar diamankan oleh Polisi.

Meski begitu, ban tetap dibakar. Sejumlah poster, pakaian, dan barang bawaan mahasiswa ikut dibakar.

Akibatnya, arus lalulintas setempat sempat terjadi kemacetan hingga dilakukan penutupan sementara oleh pihak kepolisian.

Api dari ban bekas terbakar hebat. Asap mengepul besar. Pembakaran pun berlangsung lama.

Namun aksi saling dorong-mendorong antara pihak kepolisian dan mahasiswa terjadi. kondusif terjadi di bahu jalan ini.

Mahasiswa berdirii melingkar saling memegang tangan erat satu sama lainnya, didorong ke tepi jalan oleh pihak kepolisian. Rupanya, belasan mahasiswa ini diminta untuk berkumpul di halaman Mapolres Jombang.

Aksi saling dorong terus terjadi. Mahasiswa terpantau bersiteguh untuk enggan diseret ke Mapolres Jombang. Namun demikian, pihak kepolisian berhasil menciptakan suasana kondusif dengan membawa sejumlah aksi ke halaman di Mapolres Jombang.

Berita Menarik Lainnya:  DPP Jatim Minta Kembangkan Apindo Inkubator Malang Raya

“Kami tidak tahu juga, kenapa kami yang tadi aksinya di depan kantor DPRD, lalu kami didorong oleh bapak-bapak polisi ke sini,” katanya saat ditemui di Mapolres Jombang.

Sementara itu, ia menegaskan tidak main-main terhadap pemerintah. Disampaikan ketika pemerintah tetap menaikkan harga BBM, ia mengaku akan kembali melakukan aksi lebih besar daripada sebelumnya ini.

“Untuk ke depannya kami akan melakukan aksi kembali besar-besaran, ketika pemerintah tetap memaksa untuk menaikkan harga BBM tersebut. Jadi tunggu nanti aksi kami yang akan ber jilid-jilid ini,” pungkasnya.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.com

banner 600x310

Pos terkait

banner 1024x1280