Dari Rumah Baca, Edy Rintis Kampung Dongeng Bondowoso

Dari Rumah Baca, Edy Rintis Kampung Dongeng Bondowoso
Kak Edy (Edy Sugianto) Perintis Kampung Dongen Bondowoso.
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-BONDOWOSO – Berawal dari kegemarannya membaca, Edy Sugianto, warga asal Kelurahan Blindungan, yang hanya seorang diri merintis Rumah Baca. Dari rumah baca yang digagas setiap hari Minggu, saat car free day di Alun-alun Bondowoso itu berkembang menjadi Kampung Dongeng.

Ide cemerlang Edy itu sebagai tanggungjawab sosial terhadap generasi penerus bangsa. Sehingga dirinya mendirikan Kampung Dongeng di Bondowoso.

Bacaan Lainnya
Berita Menarik Lainnya:  Gandeng Beritabangsa.com, Kopri PMII Surabaya Ngobrol Jurnalistik
banner 1920x1080

Kampung Dongeng Indonesia itu sendiri didirikan oleh Kak Awam (Moch Awam Prakoso) yang memberikan ruang bagi masyarakat terutama anak-anak untuk meningkatkan minat baca. Sehingga mereka dapat menambah literasi dan mengurangi penggunaan gawai.

Selama tiga tahun itu, tak mudah baginya merintis niat baik tersebut. Pasalnya, dengan tampilan fisik berjenggot lebat, tak jarang ia disangka teroris yang membawa paham radikalisme.

Namun, kendala itu tak menyurutkan langkahnya. Edy menjawab tudingan miring tersebut dengan pendekatan persuasif.

Bahwa, Kampung Dongeng dapat memberikan manfaat positif bagi anak-anak, dan mengurangi ketergantungan terhadap gawai.

Berita Menarik Lainnya:  Bupati Hadiri Wisuda STIKES Kendal ke - XVII

Terbukti, ada tiga desa saat ini sudah menyambut baik program tersebut. Diantaranya, Desa Penambangan, Desa Sumbersalak dan Jambesari.

“Yang responnya bagus Desa Penambangan. Kepala desanya sangat mendukung,” katanya.

Gayung bersambut, perjuangan Edy membuahkan hasil. Setelah dicanangkannya Gerakan Literasi Daerah (Gelida) oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Bondowoso, ia berencana akan mengembangkan Kampung Dongeng ke semua kecamatan.

“Jadi saya sudah punya cantolan. Program Gelida, Alhamdulillah saya sering mengisi materinya,” paparnya.

Edy tak menampik bahwa keberhasilannya menggagas Kampung Dongeng berkat dukungan dari volunteer.

Berita Menarik Lainnya:  Anggota DPRD Sampang Hadiri Pelantikan Kartar The Brilliant, Begini Pesannya

Mulai dari aparat hingga perangkat desa. Hasilnya, kini ratusan anak dengan antusias hadir mengikuti program yang dia biayai sendiri itu.

” Nggak ada (bayaran,red) sama sekali. Kadang sampai sengaja ortunya meninggalkan uang di karpet itu,” terang pria yang juga sebagai pengasuh madrasah diniyah tersebut.

Adapun, berbagai materi yang diberikan kepada anak-anak mayoritas bertemakan Islami. Seperti kisah-kisah sahabat nabi dan kisah-kisah Alquran. Saat ini, ada sekitar 1500-an buku yang dimiliki menjadi sarana baginya memotivasi masyarakat untuk gemar membaca.

banner 600x310

Pos terkait