Cipayung Plus Surabaya Geruduk DPRD Jatim Usung 3 Tuntutan

Cipayung Plus
Tampak sejumlah mahasiswa kelompok Cipayung Plus Kota Surabaya menggelar panggung orasi di depan Gedung DPRD Jatim. (Foto: Ali Wafa)
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-SURABAYA – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam gerakan Cipayung Plus Kota Surabaya menggeruduk gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Timur, Rabu 13/4/2022.

Tampak sejumlah mahasiswa gabungan Cipayung plus yang terdiri dari berbagai organisasi kemahasiswaan kampus, seperti Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesia (GMNI) memadati halaman Gedung DPRD Jatim.

Bacaan Lainnya
Berita Menarik Lainnya:  Mantan Wali Kota Malang Luncurkan Album Musik "Bendungan Karangkates"
banner 1024x1366

Selain itu, juga bergabung Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik (PMKRI), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), dan Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI).

Aksi tersebut sebagai aksi lanjutan gerakan 11 April 2022 yang dipelopori Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) dalam menyikapi kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax, kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 11 persen, hingga masalah kelangkaan minyak goreng.

“Kami hari ini melakukan aksi damai menolak kenaikan BBM, kenaikan PPN 11 persen dan menuntut agar segera mengusut tuntas dalang dari kelangkaan minyak goreng,” kata Yusak kepada beritabangsa.com.

Berita Menarik Lainnya:  Setetes Darah Korps Bhayangkara, Kepedulian di Tengah Pandemi

Yusak mengatakan, kenaikan BBM jenis Pertamax ini akan berimbas pada bahan bakar lainnya, seperti Pertalite. Sebab konsumen Pertamax akan beralih ke Pertalite yang dapat memicu kelangkaan di kemudian hari.

“Kenaikan BBM bakal menjadi sumber utama kenaikan semua bahan pokok yang ada,” jelasnya.

Aksi berjalan dengan damai. Sebelum menuju gedung DPRD Jatim, Kelompok Cipayung Plus mendatangi Balai Kota Surabaya.

Sesampainya di Gedung DPRD Jatim para aksi menggelar panggung orasi.

Di tengah-tengah panggung orasi, peserta aksi sempat mengalami cekcok dengan pihak keamanan. Mereka meminta Ketua Dewan agar segera menemui mahasiswa, seperti yang dilakukan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi di depan Balai Kota.

Berita Menarik Lainnya:  Cerita Korban Sekeluarga Keracunan di Jombang, Nasi Berkatan Jadi Rebutan Hingga Mual-mual

Selang beberapa menit, anggota Dewan menemui mahasiswa dan duduk berdialog langsung dengan peserta aksi.

Massa aksi memberikan jangka waktu 7 X 24 jam kepada pemerintah agar segera memfollow up tuntutan mereka.

“Kami memberikan jangka waktu selama 7 X 24 jam. Jika pemerintah belum ada tindakan ataupun menindaklanjuti tuntutan kami, kami akan turun jalan lagi dengan massa yang lebih besar,” pungkas Wakil Ketua II PC PMII Surabaya itu.

banner 600x310

Pos terkait

banner 1024x1280