Cerita Penumpang KAI di Stasiun Jombang, yang Masih Wajib PCR/Antigen Covid-19

Cerita Penumpang KAI di Stasiun Jombang, yang Masih Wajib PCR/Antigen Covid-19
Tampak salah satu calon penumpang KAI, ketika melakukan rapid test antigen Covid-19 di Stasiun Jombang.
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-JOMBANG – Hari Selasa tepatnya 8 Maret 2022 ini, Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19 di Indonesia sudah mengeluarkan Surat Edaran (SE) tentang ketentuan perjalanan orang dalam negeri di masa pandemi Covid-19.

Surat edaran bernomor 11 tahun 2022 ini diedarkan pada pagi hari tadi. Secara resmi dan langsung surat edaran itu ditandatangani oleh Kepala BNPB selaku Kasatgas Covid-19, Letjen TNI Suharyanto.

Bacaan Lainnya
banner 1024x1366

Salah satu poin dalam surat edaran ini, menginformasikan bahwa pelaku perjalanan dalam negeri atau disingkat PPDN yang telah mendapatkan vaksinasi dosis II atau vaksinasi dosis III (booster), tidak diwajibkan menunjukan hasil negatif tes RT-PCR atau rapid test antigen Covid-19.

Berita Menarik Lainnya:  Tim Gabungan TNI-Polri Omben Gelar Tes Antingen dan Bagi-Bagi Masker

Namun hal itu per-hari ini masih belum berlaku bagi warga yang hendak melakukan perjalanan menggunakan Kereta Api di Stasiun Kabupaten Jombang. Di Stasiun Jombang ini, Rapid Tes atau menunjukkan hasil test antigen Covid-19 masih diwajibkan.

Hal ini diakui langsung oleh salah satu penumpang Kereta Api Bima. Yusuf namanya, pria asal Kesamben, Jombang ini melakukan perjalanan memakai kendaraan Kereta Api dari Stasiun Jombang menunju Jakarta.

Sekitar pukul 17.30 WIB, Yusuf sudah berada di Stasiun setempat. Aktivitasnya mengumpulkan sejumlah persyaratan dan menunggu Kereta Api yang hendak ditumpanginya. Rintik-rintik hujan terdengar dari atap Stasiun setempat, cuaca dingin pun juga cukup terasa.

Kata Yusuf, melakukan rapid test dan menunjukkan hasilnya masih berlaku di Stasiun Jombang. Sehingga dia harus melalui sejumlah persyaratan penumpang dengan menelan uang rapid antigen senilai Rp35 ribu.

Berita Menarik Lainnya:  H-3 Finish Lomba Logo HUT Pemprov ke-77

“Sepi ini (kondisi stasiun serta isi kereta api). Soalnya masih ada test antigen bagi penumpang. Aku tadi tes antigen jam 11 siang, bayar 35 ribu. Alhamdulillah hasilnya negatif,” ujar Yusuf kepada Beritabangsa.com.

Tepat jam 18.14 WIB, kereta Bima jurusan Jakarta pun tiba. Sembari membaca doa perjalanan, langkah demi langkah ia menuju ke tempat duduk kereta yang dipesan sebelumnya. Di tempat duduk itu, ia mengaku sendiri dalam ruangan tersebut. Kanan-kiri nya tak ada seorang penumpang pun.

“KA Bima, sepi penumpang. Ini saya sendiri,” kata Yusuf melanjutkan.

Kendati demikian, Yusuf terpantau masih menerapkan protokol kesehatan. Salah satunya yakni tidak lepas dari mengenakan masker dan membawa hand sanitizer. Meski sepi, perjalanannya aman dan lancar.

“Ke Jakarta karena ada acara workshop jurnalisme keberagaman, pulang Jumat. Semoga selamat dan tetap sehat amin,” pungkasnya.

Masih di tempat yang sama, salah satu warga Jogoroto, Jombang Ema mengaku, kondisi Stasiun Jombang masih stabil. Begitu juga dengan persyaratan penumpang, rapid test menurutnya masih berlaku.

Berita Menarik Lainnya:  Sakit Lalu Periksa, Balita 26 Bulan di Jombang Ini Malah Diberi Obat Kedaluwarsa

“Biasa saja kondisinya, tidak ramai. Karena mungkin ini rapid test masih berlaku ya. Tadi banyak yang bilang gitu para penumpang yang bertujuan ke Jakarta,” jelasnya saat dikonfirmasi Beritabangsa.com.

Karena cukup penasaran, perempuan ini mencoba mendekat ke ruangan Kepala Stasiun Jombang. Di sana Ema mengaku hendak bertanya, kenapa aturan Satgas Covid-19 yang mengumumkan penumpang tidak diwajibkan menunjukkan hasil rapid test masih belum berlaku di Stasiun Jombang.

“Tapi kata petugas lainnya, katanya Kepala Stasiun Jombang lagi di Bandung. Tidak tahu ada acara apa, tapi kalau kondisi penumpang kereta api yang saya lihat masih biasa saja. Dan penumpang yang dari Jombang, rata-rata bertujuan balik kerja. Kan tadi ini hari efektif,” jelas Ema.

banner 600x310

Pos terkait

banner 1024x1280