Ancaman Mogok Akibat Harga Daging Naik Tidak Terjadi di Jombang

Ancaman Mogok Akibat Harga Daging Naik Tidak Terjadi di Jombang
Sejumlah pedagang daging sapi di Pasar Citra Niaga Kabupaten Jombang. (Foto: Fa'iz)
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-JOMBANG – Selain minyak goreng dan kedelai, ada lagi komoditi berupa daging sapi yang mengalami kenaikan. Hal ini sudah terjadi di Jakarta, dan nenggelinding isu pedagang daging mogok jualan. Namun faktanya tidak terjadi di Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Sejumlah pedagang daging sapi di pasaran Jombang ini, masih terus berjualan. Terkait harga yang dibanderol perkilogramnya, masih naik seperti dua bulan lalu.

Bacaan Lainnya
banner 1920x1080

Pedagang sapi di Pasar Citra Niaga, Jombang, Yantini (68) mengaku sudah tahu ada kenaikan harga daging luar biasa di Jakarta. Namun hal itu tidak sampai terjadi di Jombang.

Berita Menarik Lainnya:  Ahimsa Indonesia Jatim Dukung Khofifah 2 Periode

“Iya saya dengar juga kalau harga daging di Jakarta, naik hingga seratus dua puluh ribu lebih perkilogramnya. Tapi di sini tetap naik lima ribu saja sejak dua bulan lalu, sebelumnya seratus ribu sekarang jadi seratus lima ribu rupiah,” ujarnya kepada Beritabangsa.com pada Selasa (25/2/2022).

Kendati kenaikannya masih dinilai normal, kata Yantini ternyata cukup dirasa dampaknya. Mulai dari pengurangan pembeli, jatah kulakan dan menurunnya pendapatan.

“Mengurang Mas pendapatan saat ini. Bisa dibilang sepi ya Mas minggu-minggu ini. Kalau soal penyebab kenaikan harga daging ini, ya dari jagalnya, karena sapi itu mahal. Gitu aja sih setahu saya,” jelasnya, ditemui di lapaknya.

Berita Menarik Lainnya:  Gubernur Khofifah Pastikan Kasus Monkeypox di Jatim Nihil

Tidak jauh berbeda kondisi itu seperti yang diungkapkan pedagang daging Aspia (48) asal Kelurahan Pulo Lor, Kecamatan/Kabupaten Jombang. Kenaikan sedikit saja sudah mulai terasa.

“Iya Mas, dari dua bulan sebelumnya naik dari seratus ke seratus lima ribu perkilogram. Saya rasa kenaikan ini bertahap dan sudah biasa kalau jelang ramadan,” ujarnya.

Di bulan Ramadan tahun sebelumnya, kata Aspia cukup tinggi kenaikan harga daging sapi.

Dari harga biasa Rp 95 sampai 100 ribu perkilogramnya, sempat tembus Rp 115 hingga 120 ribu perkilogramnya.

Sementara di bulan Ramadan 2022 ini, dimungkinkan kenaikan harga daging secara bertahap.

“Apalagi masih pandemi juga, mungkin kenaikannya bertahap untuk jelang ramadan dan lebaran 2022 ini. Mungkin nanti jadi Rp 120 juga perkilogramnya,” tuturnya.

Berita Menarik Lainnya:  Oknum Ketua LSM di Probolinggo Jadi Pengedar Sabu, Diringkus Polisi

Sementara itu pihaknya berupaya agar pandemi Covid-19 beserta aturan yang berlaku segera usai, agar harga kebutuhan pangan dan kehidupan lainnya segera kembali normal.

“Karena pandemi ini juga berdampak bagi pembeli, sepi Mas hari-hari ini. Ya harapannya pandemi-pandemi itu secepatnya selesai dah gitu, biar semuanya kembali seperti biasanya,” pungkasnya.

Informasi yang dihimpun, pedagang daging sapi akan melakukan aksi mogok berjualan. Rencananya aksi mogok ini digelar pekan depan, mulai 28 Februari hingga 4 Maret 2022.

Kenaikan ini terjadi dikarenakan harga daging sapi alami kenaikan yang cukup signifikan. Namun hal ini masih belum terjadi di Kabupaten Jombang, Provinsi Jawa Timur, dan daerah lainnya.

banner 600x310

Pos terkait