Alotnya Pembahasan AKD DPRD Kabupaten Probolinggo Tuai Sorotan PMII

AKD DPRD
Muhammad Zia Ulhaq, Ketua Umum PC PMII Probolinggo | Dokumen Istimewa.
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-PROBOLINGGO – Sampai hari ini, rapat perubahan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) di DPRD Kabupaten Probolinggo belum ada titik final. Molornya pembahasan memicu sorotan dari Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Probolinggo.

Ketua PC PMII Probolinggo, Zia Ulhaq menyayangkan rapat paripurna itu. Ia mengatakan sikap yang dipertontonkan Dewan tidak mencerminkan wakil rakyat.

Bacaan Lainnya
Berita Menarik Lainnya:  Ritual Jamasan Tombak Kiai Upas Tulungagung

Yayak panggilan akrabnya, tugas DPRD itu membentuk peraturan-peraturan demi kepentingan dan aspirasi rakyat.

“Paripurna AKD itu kan lebih mengarah kepada bagi-bagi jabatan. Dan sialnya, kisruh yang kemarin justru bukan substansi. Hanya persoalan administrasi,” jelasnya Sabtu (08/04/2022).

Mahasiswa Universitas Nurul Jadid ini menegaskan, seharusnya yang jadi prioritas itu program-program untuk kepentingan rakyat.

“Menjadi sebuah kesalahan jika program yang diprioritaskan hanya sebuah kepentingan golongan, yaitu partai,” tegasnya.

Padahal, kondisi rakyat hari ini, kata Yayak, ditimpa pelbagai kesulitan. Persoalan lingkungan hidup, pertanian dan kesejahteraan masyarakat, Yayak menegaskan, tak pernah dibahas sampai gontok-gontokan.

Berita Menarik Lainnya:  Ayo Perang Tanpa Akhir Lawan Narkoba

“Malah berantem soal rebutan jabatan. Sangat memalukan,” tambahnya.

Diketahui, rapat pembahasan AKD dilakukan sejak Rabu (06/04/2022) lalu. Namun, masih belum menemui titik temu, siapa saja dan fraksi mana saja yang akan mengisi.

Bahkan, hujan interupsi, gebrak meja mewarnai rapat. Puncaknya, ketua Fraksi Partai NasDem harus dijemput ambulans karena ambruk saat rapat. Diduga, ia alami serangan jantung.

Sugito, Ketua Fraksi Nasdem, ditandu keluar ruang sidang. Kabarnya ia mengalami serangan jantung. Oka Mahendra Jati Kusuma, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo mengatakan, memanasnya rapat paripurna itu dipicu dengan adanya dua Fraksi, yakni PKB dan Golkar, yang mengaku tidak menerima surat pemberitahuan terkait adanya rapat paripurna yang beragendakan perombakan AKD itu.

Berita Menarik Lainnya:  Hujan Kritik Pada Sutiaji, Saat Pembahasan LKPJ Wali Kota Malang Tahun 2021

“Jadi kita masih belum masuk ke dalam substansi permasalah sebenarnya tadi itu, ini mengenai agenda surat menyurat, jadi ada beberapa fraksi tadi yang berpendapat bahwa tidak mendapatkan surat secara resmi terkait dengan kegiatan pada hari ini, sehingga terkesan ada beberapa fraksi yang terkesan tidak diperlakukan sama dengan fraksi-fraksi yang lain,” jelasnya.

Rapat sendiri, kembali dilangsungkan pada sore ini Sabtu (09/02/2022). Namun belum diketahui hasil secara pasti tentang positioning AKD.

banner 600x310

Pos terkait

banner 1024x1280