4 Dosen Unusa Ikuti Bimtek Fasilitator Program Sekolah Penggerak

4 Dosen Unusa Ikuti Bimtek Fasilitator Program Sekolah Penggerak
Direktur Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan Tenaga Kependidikan, Dirjen GTK Kemdikbud, Dr Praptono saat membuka Bimtek Fasilitator Sekolah Penggerak Angkatan II melalui akun YouTube resmi Kementerian.

BERITABANGSA.COM-JAKARTA – Dalam rangka transformasi pendidikan Indonesia, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) mengadakan Program Sekolah Penggerak (PSP). Fasilitator PSP akan berperan sebagai pendamping bagi kepala sekolah, guru/pendidik, dan pengawas sekolah untuk mewujudkan sekolah berbasis murid.

Empat dosen Unusa, yakni Machmudah, Akhwani, Rudi Umar Susanto, Fifi Khoirul Fitriyah merupakan dosen Unusa yang dinyatakan lolos menjadi fasilitator PSP. Mereka akan melaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) mulai 7 Maret hingga 19 April 2022.

Bacaan Lainnya
banner 1920x1080

Direktur Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan Tenaga Kependidikan, Dirjen GTK Kemdikbud, Dr Praptono mengungkapkan, PSP diadakan untuk mewujudkan visi Pendidikan Nasional, mewujudkan Indonesia, maju berdaulat, mandiri, dan berkepribadian melalui terciptanya pelajar Pancasila.

Berita Menarik Lainnya:  Blaar ! Kawanan Pencuri Ledakkan Bondet Kabur dari Sergapan

“Program Sekolah Penggerak berfokus pada pengembangan hasil belajar siswa secara holistik yang mencakup kompetensi (literasi dan numerasi) dan karakter, diawali dengan SDM yang unggul (kepala sekolah dan guru),” ungkapnya saat membuka Bimtek Fasilitator Sekolah Penggerak Angkatan II melalui akun YouTube resmi Kementerian.

Praptono menambahkan, PSP merupakan penyempurnaan program transformasi sekolah sebelumnya. PSP akan mengakselerasi sekolah negeri/swasta di seluruh kondisi sekolah untuk bergerak 1-2 tahap lebih maju. Program dilakukan bertahap dan terintegrasi dengan ekosistem seluruh sekolah di Indonesia menjadi PSP.

“Selamat kepada para fasilitator sekolah penggerak angkatan II yang telah lolos dan resmi mengemban amanah sebagai fasilitator. Tahun lalu, istilah fasilitator dinamakan pelatih ahli, namun di angkatan II dengan berbagai pertimbangan akhirnya diubah dengan istilah fasilitator,” ungkapnya.

Berita Menarik Lainnya:  Bangun Daya Kritis Siswa, Unipdu Jombang Gelar FGD

Rudi Umar Susanto mengatakan motivasinya mengikuti PSP adalah kesadaran bahwa dunia pendidikan di Indonesia perlu pembenahan dan transformasi.

“Motivasi saya mengikuti program ini adalah saya sadar dunia pendidikan di Indonesia perlu melakukan pembenahan dan transformasi. Salah satu upaya saya untuk bisa ikut mengubah pendidikan Indonesia menjadi lebih baik adalah dengan cara mengikuti program pelatih ahli ini,” ungkap Rudi, Selasa (8/3/2022).

Dosen S1 PGSD Unusa ini mengaku sangat bangga berhasil lolos setelah melalui beberapa rangkaian seleksi. Mulai dari seleksi administrasi, simulasi melatih, hingga sesi wawancara dengan asesor.

“Saya sangat senang dan pastinya bangga dengan pencapaian ini mengingat program fasilitator (pelatih ahli) adalah program resmi dari Kemendikbud Ristek. Tidak semua yang mendaftar bisa lolos karena syarat untuk lolos cukup berat, mulai syarat administrasi, simulasi melatih, hingga wawancara dengan dua orang asesor,” ungkapnya.

Berita Menarik Lainnya:  Unusa Sediakan Beasiswa bagi Peserta UTBK 2022

Rudi berharap melalui menjadi fasilitator PSP, dapat memberi dampak positif bagi pendidikan Indonesia. Serta bisa meraih banyak pengalaman serta ilmu selama jadi fasilitator PSP.

“Harapan saya adalah dapat mengikuti program ini dengan baik dari awal hingga selesai dan memberikan dampak positif bagi dunia pendidikan di Indonesia. Selain itu, pengalaman dan ilmu yang saya dapatkan selama menjadi fasilitator Kemdikbudristek dapat saya bagikan kembali untuk civitas akademika Unusa sehingga ke depannya lebih banyak lagi fasilitator dari Unusa,” ungkapnya.

banner 600x310

Pos terkait

[masterslider id="23"]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *