12 Titik Aksi Unjuk Rasa Tolak Kenaikan Harga BBM di Jatim Kondusif

Aksi
Aksi massa dalam rangka penolakan kenaikan harga BBM
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-SURABAYA- Aksi unjuk rasa dari berbagai elemen masyarakat, kepemudaan dan mahasiswa yang menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di 12 wilayah di Jawa Timur, rata-rata berlangsung kondusif.

Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur, Irjen Nico Afinta, saat dikonfirmasi Beritabangsa.com, menjelaskan, rata-rata aksi ini berlangsung aman dan kondusif, Kamis (8/9/2022).

Bacaan Lainnya
Berita Menarik Lainnya:  Jembatan Balun Amblas, Satlantas Polres Bojonegoro Lakukan Rekayasa Lalu Lintas
banner 1024x1366

“Pengamanan aksi unjuk rasa terkait penolakan kenaikan harga BBM di 12 wilayah Polda Jawa Timur berlangsung aman dan kondusif,” kata Kapolda Nico Afinta.

Ditambahkannya, aksi unjuk rasa dilakukan di berbagai tempat mulai dari kantor DPRD, kantor ESDM, kantor Pertamina dan kantor Pemerintahan Kota maupun Kabupaten.

“Massa unjuk rasa menyampaikan tuntutan penolakan harga BBM,” ujar Nico.

Berita Menarik Lainnya:  Diklat Calon KS Berbayar, Aktivis PGRI Jatim: Pungli Tak Dibenarkan 

Untuk kekuatan pengamanan, lanjut Nico, setiap wilayah dilakukan berbeda, sesuai jumlah massa unjuk rasa. Total ada ribuan anggota dikerahkan guna mengamankan aksi masyarakat yang menyampaikan aspirasinya.

“Kami Polri akan melayani masyarakat dan siap mengamankan aksi masyarakat yang menyampaikan aspirasinya secara humanis,” katanya.

Ia pun mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah menyampaikan aspirasi dengan tertib dan damai, serta mematuhi peraturan perundangan mengenai penyampaian pendapat di muka umum.

Berita Menarik Lainnya:  Pulang Haji Lebih Cepat, Gubernur Khofifah Segera Lantik Sekda Provinsi Jatim

“Penyampaian pendapat di muka umum diatur dan dijamin oleh Undang-undang. Namun jangan sampai aksi dilakukan secara anarkis dan merusak fasilitas umum,” tandasnya.

Selain itu, ia pun meminta masyarakat yang menyampaikan aspirasinya jangan mudah terprovokasi dan disusupi oknum tak bertanggungjawab yang ingin membenturkan antara masyarakat dengan Polisi.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.com

banner 600x310

Pos terkait

banner 1024x1280