Tanggapan Ketua DPRD, Terhadap Daftar 10 Proyek di Bondowoso Dengan Harga Dibawah 80 Persen

Bondowoso, Beritabangsa.com – Penawaran proyek oleh kontraktor sangat berpengaruh terhadap kualitas bangunan. Salah satu contoh Komisi III DPRD Bondowoso menemukan beberapa bukti ketidak beresan pengerjaan proyek rehab bangunan/saluran Kayusapi 1, di Desa Leprak Kecamatan Klabang. Dimana tender dimenangkan oleh CV Ragnarock.

Diketahui proyek di Desa Leprak tersebut harganya dibanting jauh dari HPS (hasil perkiraan sendiri) yang dipatok dinas PUPR. CV Ragnarock berani menawar hingga 50 persen dari HPS saat lelang. Oleh karena harga murah itu, diduga pekerjaannya dilakukan asal-asalan agar kontraktor dapat untung.

Bacaan Lainnya
Berita Menarik Lainnya:  DPRD Bondowoso :  Apa Kabar Kasus PT BOGEM
banner 1920x1080

Menanggapi hal itu, Ketua DPRD Bondowoso H Ahmad Dhafir mengatakan, penawaran di bawah 80 persen bahkan hingga ada yang berani 50 persen menjadi konsekuensi rekanan.

“Bukan persoalan persentase. Tapi pekerjaan itu harus sesuai dengan spesifikasi yang ada. Manakala tidak, menjadi tanggung jawab rekanan,” katanya.

Menurutnya, proyek-proyek tersebut merupakan anggaran tahun 2020. Masih dalam pengawasan rencana konsultan pengawas.

Berita Menarik Lainnya:  Komisi C Minta Alun-alun Surabaya Bawah Tanah Dongkrak PAD

“Termasuk pengawas di Dinas PUPR,” imbuhnya.

Maka dari itu, pihaknya meminta jangan menerbitkan rekomendasi untuk pencarian termin berikutnya. Selama itu tidak sesuai. Siapa pun itu.

“Kami sebagai wakil rakyat berharap, rakyat bisa menikmati hasil pembangunan. Tidak hanya melihat hasil pembangunan tapi beberapa hari kemudian sudah rusak,” tegasnya.

Sebagaimana diketahui, berdasarkan peraturan LKPP nomor 9 Tahun 2018, apabila penawaran proyek di bawah 80 persen maka harus ada AHSP (analisa harga satuan pekerjaan).

Berita Menarik Lainnya:  Menjawab Kebutuhan, PT DAB Nusantara Gelar Grand Launching Jumbo Auto Care

Sementara itu, Kabag Pengadaan Barang dan Jasa Pemkab Bondowoso, Asas Suwardi membenarkan, bahwa memang ada pemenang tender, penawarannya jauh di bawah HPS.

“Ada memang. Ada 10 kalau gak salah,” tambahnya.

Sementara untuk analisis harga satuan pekerjaan, ia mengaku sudah melakukannya.

“Pastinya menyeluruh sepertinya,” terangnya saat dikonfirmasi.

Dijelaskannya juga, untuk 10 proyek di Bondowoso yang penawarannya di bawah HPS itu sudah berjalan.

“Kita sudah analisa semua satuannya semua,” ungkapnya.

 

Reporter : Muslim

banner 600x310

Pos terkait

[masterslider id="23"]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *