Tak Diberikan Pengelolaan Limbah, Puluhan Warga Blokade Pintu Masuk PT. SAI

Silahkan Share ke :

Beritabangsa.com, Mojokerto – Warga desa Lolawang, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto Unjuk Rasa di depan pintu masuk Pabrik PT. Surabaya Autocomo Indonesia (SAI) meminta agar pabrik bekerja sama dengan desa setempat mengenai pengelolaan limbah.

Saiful Rozi salah satu warga setempat mengatakan, masyarakat lolawang meminta pabrik yang memproduksi kabel tersebut agar pengelolaan limbah tidak diberikan pada rekanan pabrik.

Bacaan Lainnya
Berita Menarik Lainnya:  Lantik PAC Pergunu Tambaksari, Ketua Pergunu Surabaya Sebut Sebagai Barometer Kebangkitan Pergunu Surabaya
banner 1920x1080

“Selama ini warga tidak bisa mengelola limbah PT SAI diantaranya berupa botol minuman, kardus dan skrap bekas potongan kabel tembaga, karena limbah dikelola oleh CV Giri Meru milik salah satu anggota DPRD di Kabupaten Mojokerto,” katanya, Senin, (02/11/2020)

Saiful menambahkan, jalur Mediasi sudah pernah dijembatani oleh Kapolres Mojokerto minggu-minggu kemarin dan pabrik mengingkari ternyata sampah dikeluarkan dan diberikan ke pihak ketiga.

Berita Menarik Lainnya:  Penyekatan di Suramadu Dihentikan, Pengendara yang Lewat Wajib Tunjukkan SIKM

”Warga Desa Lolawang dan PT Surabaya Autocomp Indonesia (SAI) sudah mau MOU untuk pengelolaan sampah tapi ada pihak ketiga hingga perjanjian itu tidak terjadi,” jelasnya.

Masih Saiful, pihaknya menuntut agar MoU dilakukan hari ini, dan akan menolak jika aksi kali ini selesai di jalur mediasi.

“Kami sudah kecewa dengan jalur mediasi, kalau bisa bupati langsung yang datang kesini,” tutupnya.

Berita Menarik Lainnya:  Pemerataan Ekonomi, Suhandoyo-Astiti Fokus Sektor Pertanian dan Perdagangan

Sementara itu, saat pihak manajemen PT SAI hendak dikonfirmasi, awak media tidak diizinkan masuk oleh petugas Satpam yang berada di pos penjagaan pintu masuk.

Reporter : Dhani

banner 600x310