Sutarjo, Bocah Miskin Idap Leukemia Perlu Sentuh Hati Warga Jatim

Silahkan Share ke :

Beritabangsa.com, Ngawi – Terik matahari belum tenggelam, bocah yang mengalami gangguan kesehatan, Sutarjo (14) ini sudah harus rebahan di depan rumah. Rukinem, nenek yang mengasuhnya duduk di teras memilah beras dari butiran kerikil. Dua pemuda sibuk mencatat.

Sesekali pemuda bernama Bobby, yang belakangan disebut sebagai penggerak sosial Info Warga Ngawi Barat, menanyakan kepada si nenek, sejak kapan Sutarjo, mengidap penyakit leukemia itu. Sehingga di mata sebelah kanannya terdapat kerusakan.

Bacaan Lainnya
banner 1920x1080

“Tarjo itu sejak kecil, usia setahun sudah ada tanda-tanda lemah. Namun sehat kembali. Tapi belakangan sering keluar masuk rumah sakit, tapi yaa itu tidak ada biaya, ya keluar lagi,” ujarnya.

Berita Menarik Lainnya:  Menengok Kitab Berusia Satu Abad Lebih Karangan Kiai Hasyim Asy'ari di Jombang

Leukemia adalah kanker darah. Penyakit ini sulit disembuhkan. Hal itu dikarenakan sel darah putih atau leucosit berjumlah lebih besar dari sel darah merah atau Eritrosit.

Eritrosit atau sel darah merah berfungsi untuk membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh jaringan tubuh. Sel darah ini mengandung hemoglobin dan diproduksi di sumsum tulang. Bila kadar sel darah merah dalam tubuh terlalu banyak atau terlalu sedikit, dapat terjadi beragam gangguan kesehatan.

Penyakit leukimia atau lebih tepatnya leukemia adalah kanker darah akibat tubuh terlalu banyak memproduksi sel darah putih abnormal.

Leukemia dapat terjadi pada orang dewasa dan anak-anak. Sel darah putih merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh yang diproduksi di dalam sumsum tulang

Berita Menarik Lainnya:  Perbaiki Ekosistem Ketenagakerjaan, Menaker Ida Ungkap Tiga Kebijakan

Sutarjo, anak pasangan almarhum Sukiman, dan Rukinem, ini lahir di Ngawi, 15 Desember 2006. Kini setelah ayahnya meninggal dia hidup bersama ibu dan neneknya di Dusun Kenongo Rejo, RT 04 RW 04, Desa Sekarputih, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi.

Tim dari Komunitas Jurnalis Jawa Timur (KJJT), langsung meluncur ke lokasi untuk melihat dari dekat kondisi Sutarjo.

Menurut Sudiyono, anggota KJJT bahwa kondisi ekonomi keluarga Sutarjo sangat memprihatinkan. Tidak ada penghasilan tetap, nenek dan ibunya hanya sebagai buruh tani.
Hasil bekerja sehari cukup untuk makan hari itu.

“Kalau besok ya kerja lagi. Kalau tidak ada yang dikerjakan ya mencari sayur dan ubi di pekarangan sebelah rumah,” ujar Rukinem, dengan logat Jawa kromo medok.

Sudiyono, menaruh simpatik dan iba. Dia pun mengorek lebih dalam kondisi keluarga Sutarjo. Sudiyono meyakini tidak ada penyakit yang tidak bisa diobati termasuk Leukemia.

Berita Menarik Lainnya:  PPSDS Jatim Desak Disnak Jatim Menertibkan Sapi Keluar Jawa Timur

Dengan menenangkan Sutarjo, dia bersama rekannya sesama jurnalis melakukan pendataan. Dia meminta foto copy KTP, Kartu Keluarga dan dokumen lain. Sialnya, keluarga ini tidak memiliki BPJS Kesehatan atau JKN, apalagi bantuan pemerintah lainnya.

“Kita akan bantu melancarkan urusan dokumen Sutarjo, agar dapat bantuan. Kita juga akan galang dana untuk Sutarjo,” ujar Sudiyono.

Gayung bersambut, Ketua Bidang Sosial KJJT, Atho’ Illah, langsung menghandel. Bidang sosial KJJT akan melakukan aksi sosial penggalangan dana kepada Sutarjo.

“Kita akan galang dan ketuk hati para dermawan dan orang kaya untuk membantu Sutarjo. Kita KJJT telah menjadi organisasi Pendidikan dan Sosial resmi yang diakui Negara dan berhak melakukan penggalangan, donasi,” ujar Athoillah.

 

 

Reporter : Ima

banner 600x310