Seorang Pelajar Nekat Jambret, Dibekuk Reskrim Polsek Asemrowo

Silahkan Share ke :

Beritabangsa.com, Surabaya – Unit Reskrim Polsek Asemrowo, Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya berhasil membekuk salah satu tersangka penjambretan setelah melakukan aksinya. Sebelumnya, dua pelaku berhasil menggasak tas milik seorang bidan di Jalan Tambak Osowilangon, Rabu (18/11/2020).

Tersangka yang berhasil ditangkap berinisial MSR (17). Tak patut ditiru, ia seorang pelajar di SMK swasta di Surabaya. Sedangkan rekannya yang bernama DTW berhasil kabur (DPO).

Bacaan Lainnya
Berita Menarik Lainnya:  Unit Reskrim Polsek Kenjeran Surabaya, Bekuk Pelaku 378 dan 372 Pemuda Kapas Madya
banner 1920x1080

Kapolsek Asemrowo AKP Hari Kurniawan dan didampingi Kanit Reskrim Iptu Rizkika Atmadha Putra, langsung gelar jumpa pers di Mako Polsek Asemrowo Surabaya, pada Senin (23/11/2020).

Kapolsek Asemrowo mengatakan, setelah berhasil menjambret, tersangka berhenti di Jalan Kalianak, untuk melihat hasil jambretannya.

“Didalam tas tersebut berisikan, 1 Hanphone uang tunai Rp. 250.000, KTA Ikatan Bidan Indonesia, 1 KTP dan 1 buah kartu berobat. Total kerugian korban sekitar Rp. 4.000.000,” kata AKP Hari.

Berita Menarik Lainnya:  Kapolri Bentuk Tim Investigasi, Komitmen Usut Tragedi Kanjuruhan Malang

Mendapatkan laporan dari korban, Unit Reskrim Polsek langsung melakukan perburuan. Dan tidak membutuhkan waktu yang lama, salah satu tersangka berhasil ditangkap.

“Satu tersangka lagi masih dilakukan perburuan. Selain barang bukti yanga da didalam tas, anggota juga mengamankan barang bukti 1 unit sepeda motor Vixion Nopol 5311 YC yang digunakan sebagai sarana menjambret,” ungkapnya.

Berita Menarik Lainnya:  Pj Sekda Bondowoso Dilantik, Bupati Salwa: Banyak Tugas Menanti

Sementara itu, Kanit Reskrim Iptu Rizkika menyakini bahwa, salah satu tersangka yang berhasil kabur, akan segera dapat ditangkap oleh anggota Unit Reskrim Polsek Asemrowo.

“Mohon doanya dari rekan-rekan. Saat ini, kita masih mengumpulkan data atau mencari info dimana keberadaan (DPO) pelaku yang lain,” tutur Iptu Rizkika, Kanit Reskrim

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 363 ayat 1 ke 4 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama 7 tahun penjara.

 

Reporter : Umar

banner 600x310

Pos terkait