Selama Pandemi, Dosen Universitas Narotama Buat Game Pariwisata dan PUBG Indonesia

Silahkan Share ke :

Beritabangsa.com, Surabaya – Selama pandemi Dosen Universitas Narotama, Maulana Rizqi, S.T.,M.T.,M.Sc membuat game bertema Surabaya dan bekerja sama dengan Creative Game-Developer Incubation (CGI).

“Akhir tahun lalu Kemenparekraf membuat acara Creative Game-Developer Incubation sebagai wadah pelatihan bootcamp selama lima hari dan dilanjut dengan pendampingan pembuatan game selama satu bulan, di dalam kegiatan itu saya membuat game Playground Tugu Pahlawan dengan teknologi Virtual Reality (VR),” kata lulusan dual degree ITS – FH Darmstadt itu.

Bacaan Lainnya
banner 1920x1080

Pembuatan game dengan tema dan latar Tugu Pahlawan, merupakan sebagai salah satu destinasi pariwisata di Surabaya yang terdampak dengan masa pandemi Covid-19.

Berita Menarik Lainnya:  Selain Hafidzah, Harapan Fatimah Istri UAS Masih Ingin Kuliah di Luar Negeri

“Industri yang paling terdampak pandemi adalah pariwisata, jadi bagaimana kita menghidupkan lagi pariwisata lewat game yang bisa diakses di rumah,” lanjutnya.

Game Playground Tugu Pahlawan itu benar-benar berlatar Tugu Pahlawan dari gerbang depan hingga masuk ke area bagian dalam.

“Sehingga pemain seolah sedang berjalan-jalan di Tugu Pahlawan, padahal mereka hanya berdiam di rumah sambil bermain game, dan juga membuat misi-misi yang edukatif dengan memasukkan unsur sejarah,” ucapnya.

“Survey yang dilakukannya, ternyata banyak anak-anak yang tidak tahu isi proklamasi dan beberapa hal dalam sejarah Indonesia, sehingga saya memasukkan misi-misi di beberapa titik di area Tugu Pahlawan di game ini, yang isinya adalah pelajaran sejarah untuk mereka, jadi sambil bermain, mereka juga belajar,” tambah Rizqi.

Berita Menarik Lainnya:  Hebat, Pengerajin Kaligrafi Asal Jombang Sukseskan Diri Lalui Hobi

Kemudian selama dua bulan terakhir ini Rizqi sedang dalam proses pengembangan game baru yang bernama Battle Royale Indonesia (BRID).

“BRID akan dibuat menjadi versi Indonesia dari game PUBG dengan menonjolkan konsep tradisional Indonesia, dari mulai baju pemain sampai senjata yang digunakan dalam game,” tutur Rizqi.

“Saat ini masih proses riset, tetapi jelas akan memiliki konsep kearifan lokal dengan baju tradisional Indonesia dan senjatanya bisa menggunakan bambu runcing atau yang lainnya, nantinya juga akan dibuat multiplayer supaya bisa mengakomodasi beberapa orang dalam satu game,” jelas CEO Air Media Nusantara itu.

CGI yang diadakan oleh Kemenparekraf juga menjadi wadah yang bagus untuk mencetak developer game dengan kualitas bagus di Indonesia.

Berita Menarik Lainnya:  Olahraga Bersepeda Tips Dokter Handayani Untuk Menjaga Kesehatan dan Imun Tubuh

“Industri game di Indonesia memang masuknya agak telat karena Indonesia lebih dipandang sebagai negara pembajak game, padahal dunia game itu cukup banyak digunakan terutama di masa pandemi ini yang semuanya menggunakan teknologi, dan berharap industri game di Indonesia bisa semakin maju,” harapnya.

Mindset orang-orang tentang game hanyalah permainan, padahal robot dan teknologi simulasi juga adalah teknologi game,” kata Rizqi.

Ia juga berharap pemerintah memberikan dukungan pada developer berupa inisiatif dan intensif untuk mengembangkan industri game Indonesia.

“Gamer sekarang sudah menjadi profesi, E-Sports juga sudah menjadi olahraga yang dipertandingkan di kompetisi-kompetisi besar nasional dan internasional, dan sudah saatnya developer game juga diberi perhatian,” tutupnya.

Reporter : Maab
Publisher : Ali Wafa

banner 600x310

Pos terkait